Pilwalkot Semarang: PPP Merapat ke PDIP

Pilwalkot Semarang: PPP Merapat ke PDIP
Pertemuan PPP-PDIP Semarang di kediaman Ketua PDIP Semarang Hendrar Prihadi, Semarang, Selasa 4 Februari 2020. ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 4 Februari 2020 | 21:32 WIB

SEMARANG, Beritasatu.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) dalam perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2020.

Keputusan koalisi ini dinyatakan usai pertemuan tertutup antara PPP-PDIP Semarang di kediaman Ketua PDIP Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Selasa (4/2/2020).

Ketua PPP Semarang M. Tafrikhan Marzuki menyatakan, bergabungnya sosok yang biasa dipanggil Hendi ini sebagai anggota Nahdliyin (atau warga Nahdlatul Ulama (NU)) menjadi salah satu alasan berkoalisi.

"Dengan Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU) Pak Hendi secara pribadi, sesungguhnya di Semarang, ada unsur nasionalis-religius. Maka, [terkait] hal-hal ke depan yang belum tertangani, kita dari PPP dan kekuatan sosial lainnya akan bersama-sama terus membantu," ujar Tafrikhan.

 

Meskipun PPP tidak memiliki perwakilan di DPRD Semarang, Kadar Lusman selaku Sekretaris PDIP meyakini PPP memiliki peran penting dalam proses demokrasi Pilwalkot Semarang.

"Hari ini, PPP juga sudah mantap menyampaikan sikap sepakat berkoalisi. Tentu hal ini menjadi sebuah hal yang positif. Dengan hampir semua elemen partai politik berkualisi, kondusifitasnya nanti akan semakin terjaga. [Dengan ini], keberlanjutan pembangunan tidak akan terganggu oleh proses demokrasi. Saya rasa semarang ini istimewa dan tidak seperti daerah-daerah lainnya," ujar Lusman.

Adapun PPP menyusul partai-partai koalisi PDIP lainnya yang sebelumnya sudah bergabung dalam koalisi yaitu Demokrat, Nasdem, Golkar, Gerindra, dan PAN.

Dengan partai-partai koalisi secara keseluruhan, calon Wali Kota Semarang yang akan diusung oleh koalisi bersama telah mengantongi dukungan 38 kursi DPRD. Jumlah tersebut menyisakan PKS dengan 6 kursi, PKB dengan empat kursi, dan PSI dengan dua kursi.

Apabila ketiga partai tersebut tak kunjung sepakat dengan PDIP, ada kemungkinan akan muncul satu calon pasangan lagi selain petahana di Pilwalkot Semarang 2020.

Jika PKS Semarang yang sebelumnya telah membuka komunikasi sepakat untuk berkoalisi, Pilwalkot akan diisi oleh pasangan calon tunggal. Bergabungnya PKB pun juga dapat memperkuat prediksi calon tunggal. Namun, dengan syarat minimal dukungan calon wali kota sebanyak sepuluh kursi DPRD Semarang, PSI Semarang dengan dua kursi tak dapat berperan besar.



Sumber: PR