JB Sumarlin, Menkeu Era Soeharto, Meninggal

JB Sumarlin, Menkeu Era Soeharto, Meninggal
JB Sumarlin ( Foto: istimewa )
Dwi Argo Santosa / DAS Kamis, 6 Februari 2020 | 15:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Prof Dr JB Sumarlin, ekonom yang seperempat abad duduk di kursi kabinet Orde Baru, meninggal dunia pada usia 88 tahun di RS St Carolus, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020) pukul 14.15 WIB.

Jenazah disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi, lantai 36, Kamis petang sekitar pukul 18.00 WIB. Keterangan yang dihimpun Beritasatu.com dari keluarga besar almarhum menyebutkan, mantan Menteri Keuangan di era Presiden Soeharto ini akan dimakamkan di San Diego Hills pada Senin (10/2/2020).

Johannes Baptista Sumarlin lahir di Nglegok, Blitar, Jawa Timur, pada 7 Desember 1932. Ia dikenal sebagai salah seorang ekonom Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan pemerintahan penting di bidang ekonomi.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 1958 ini menjabat sebagai anggota MPR sejak 1972 hingga 1988. Artinya selama ia memegang tanggung jawab sebagai menteri Sumarlin juga adalah anggota MPR.

Jabatan di kabinet era Suharto adalah Meneg PAN (1973-1983). PAN di era itu bukanlah singkatan dari Pendayagunaan Aparatur Negara melainkan Penertiban Aparatur Negara. Setelah itu menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua Bappenas (1983-1988), Menteri Keuangan (1988-1993), dan Ketua Badan Pemeriksa Keungan (1993-1998). Pada 1985, Sumarlin bahkan menjabat Menteri Pendidikan ad interim menggantikan Prof Dr Nugroho Notosusanto yang wafat 3 Juni 1985.

Sumarlin kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya di Jawa Tengah dan Yogya. Masa sekolah dasar di Blitar dan SMP di Kediri. Kehidupan desa sangat melekat. Tak mengherankan bila penulis Bondan Winarno, memberi judul bukunya “JB Sumarlin Cabe Rawit yang Lahir di Sawah”. (PT Kompas Media Nusantara, 2013)

Sedangkan masa SMA dijalaninya di Yogyakarta. Sumarlin pernah mengenyam bangku SMA Negeri I Yogyakarta namun kemudian meneruskan hingga lulus di SMA I Budi Utomo, Jakarta.

Setelah mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1958), Sumarlin mengambil gelar Master of Arts (MA) di bidang Ekonomi di University of California, Berkeley, California, AS pada 1960. Tempat di mana Sumarlin menamatkan jenjang S-2 ini membuatnya dikelompokkan bersama Widjojo Nitisastro, Emil Salim dan Ali Wardhana sebagai “mafia Barkeley”, yakni para penentu dan pengambil keputusan di bidang ekonomi rejim Soeharto yang mendapatkan gelar doktor ekonomi dari Barkeley.

Sedangkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Ekonomi dan Pembangunan Sosial didapatnya dari University of Pittsburgh, AS, delapan tahun kemudian.



Sumber: Suara Pembaruan