Proyek PLTA di Sulteng Abaikan Risiko Bencana
INDEX

BISNIS-27 532.645 (8.39)   |   COMPOSITE 6373.41 (16.42)   |   DBX 1200.38 (7.1)   |   I-GRADE 185.572 (0.47)   |   IDX30 530.591 (5.91)   |   IDX80 143.3 (0.91)   |   IDXBUMN20 436.746 (-1.39)   |   IDXESGL 146.832 (2.43)   |   IDXG30 145.313 (0.68)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.27)   |   IDXQ30 150.721 (1.92)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-4.71)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (-7.37)   |   IDXV30 150.9 (-1.9)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.11)   |   Investor33 452.728 (7.92)   |   ISSI 189.451 (-0.24)   |   JII 667.742 (1.11)   |   JII70 234.615 (-0.52)   |   KOMPAS100 1279.35 (7.74)   |   LQ45 988.752 (9.51)   |   MBX 1764.22 (3.66)   |   MNC36 335.71 (4.95)   |   PEFINDO25 340.233 (-1.68)   |   SMInfra18 325.434 (3.65)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.93)   |  

Proyek PLTA di Sulteng Abaikan Risiko Bencana

Kamis, 6 Februari 2020 | 20:31 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Palu, Beritasatu.com – Guna memenuhi pasokan energi listrik untuk industri, proyek-proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi Tengah kurang memperhitungkan risiko bencana.

Salah satu kesimpulan itu muncul dalam diskusi terbuka tentang energi dan investasi yang diselenggarakan atas kerja sama Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Celebes Institute, dan Satu Indonesia Peduli Danau Poso (SIPD) di Palu, Sulawesi Tengah, (5/2/2020).

Diskusi menghadirkan Hery Djempa (Celebes Institute), John Lusikooy (Front Aksi untuk Rano Poso), dan Arianto Sangadji (peneliti ekonomi-politik).

Hery Djempa menyoroti rencana proyek PLTA Pebatua 2 berkapasitas 300 MW di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Menurut Hery Djempa, untuk menghasilkan energi listrik sebesar itu, sumber energi Sungai Lairiang, salah satu sungai terbesar di daerah itu akan dibendung. Proyek didanai oleh Tiongkok tersebut akan berdampak terhadap dua desa di Kecamatan Pipikoro dan dua desa di Kecamatan Kulawi Selatan.

“Pembangunan bendungan mengakibatkan Desa Tuwo Tanijaya di Pipikoro dan Dusun Wahi Desa Pilimakujawa di Kulawi Selatan akan digenangi air,” kata Hery Djempa.

Risikonya, lanjut Hery Djempa, akan terjadi relokasi penduduk secara paksa (involuntary resettlement). Relokasi akan menjadi masalah besar. Karena, menurut Hery, kawasan itu dikelilingi hutan dengan status yang restriktif untuk diakses oleh para petani.

“Sebelah timur lokasi proyek PLTA itu adalah Taman Nasional Lore Lindu, sementara sebelah barat merupakan hutan lindung. Lantas, penduduk hendak direlokasi ke mana,” tanya Hery.

Hery juga mengingatkan bahwa di area rencana tapak proyek dilintasi sesar aktif Palu-Koro. Dia mengecam rencana pembangunan yang sama sekali tidak menghitung resiko seismik di sana. Padahal daya rusak gempa bumi seperti terjadi di sesar pada 28 September 2018 sangat masif.

“Jika gempabumi dengan skala besar merubuhkan bendungan, maka bencana dahsyat akan menimpa beberapa desa di Kecamatan Kulawi Selatan. Rencana proyek PLTA Pebatua 2 tidak berpijak mitigasi bencana,” tegas Hery, aktivis asal Kulawi itu.

Sementara itu, John Lusikooy menyorot proyek-proyek raksasa PLTA Poso yang memanfaatkan air Danau Poso di Kabupaten Poso.

Diketahui PLTA Poso 2 dan PLTA Poso 1 telah dioperasikan oleh PT Poso Energy. Sementara PLTA Poso 3 juga akan dibangun. Jika sudah selesai, PT Poso energy menargetkan akan memiliki PLTA Poso dengan kapasitas tidak kurang dari 500 MW.

John menyoal proyek Poso River Improvement yang dilakukan PT Poso Energy. Proyek ini meliputi pengerukan dasar sungai Danau Poso sekitar 12 kilometer. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan air ke PLTA.

“Proyek tersebut menyingkirkan akses nelayan tradisional yang menggantungkan nafkahnya dari sungai Danau Poso”, jelas John.

Dalam catatan Suara Pembaruan, pemerintah memiliki rencana membangun beberapa PLTA di Sulawesi Tengah. Ini karena menurut Rencana Umum Tenaga Listrik (RUTL) PT PLN 2019-2028, di Sulawesi Tengah terdapat potensi PLTA sekitar 3.000 MW. Potensi terbesar ada di sepanjang Sungai Lariang, yang memanjang sejauh 245 km dari Dataran Tinggi Lore di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah di bagian hulu hingga di Kecamatan Mamuju Utara, Sulawesi Barat di bagian hilir.

Arianto Sangadji peneliti ekonomi-politik yang dihubungi dari Jakarta menyatakan bahwa proyek-proyek raksasa ketenagalistrikan itu diperuntukan bagi pertumbuhan industri-industri skala besar di Sulawesi. Terutama industri-industri pengolahan hasil tambang dan produk-produk turunannya.

“Industri-industri tersebut sangat rakus energi. Indonesia Morowali Industrial Park dan Vale Indonesia merupakan contoh besarnya kebutuhan pasokan listrik untuk dua situs industri pengolahan nikel terbesar di Indonesia itu”, terangkan Arianto.

Diketahui, Indonesia Morowali Industrial Park berbasis investasi asing Tiongkok di Morowali memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 1.130 MW. Sementara PT Vale yang merupakan investasi asing Brasil di Soroako memiliki PLTA dengan kapasitas 365 MW.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kampus di Jiangsu Tutup Sampai Maret, Mahasiswa Indonesia Ingin Pulang

Kondisi kota Nanjing tak jauh berbeda dengan kota-kota lainnya di Tiongkok, aktifitas ekonomi lumpuh.

NASIONAL | 6 Februari 2020

BPPT Siapkan TMC untuk Pencegahan Karhutla di Riau

Saat ini TMC masih fokus di Jakarta untuk mereduksi curah hujan.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Akreditasi BSANK Pada LSKTK Jadi Langkah Menuju Medali Emas

Diberikannya akreditasi BSANK kepada sejumlah organisasi dan LSKTK memberikan harapan Indonesia dalam mengukir prestasi di dunia olahraga.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Komisi III DPR Minta Eks ISIS Tidak Dipulangkan ke Tanah Air

Komisi III minta kepada pemerintah untuk tidak memulangkan eks ISIS sampai ada jaminan mereka tidak akan melakukan hal-hal terkait dengan ISIS di Indonesia.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Saleh Husin: JB Sumarlin Ingin UI Berkelas Dunia

JB Sumarlin juga menaruh harapan yang besar terhadap muridnya yakni Ari Kuncoro yang saat ini menjadi rektor UI agar sukses memimpin UI.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Pertemuan Pimpinan DPR dan KPK agar Tak Dicurigai Bahas Perkara

Sufmi Dasco Ahmad tegas membantah bahwa kehadiran Muhaimin Iskandar dan Azis Syamsudin di pertemuan itu, dikait-kaitkan dengan perkara yang bergulir di KPK.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Kemag Bantah Dukung Pemulangan 600 WNI Eks ISIS

Rencana pemulangan eks kelompok ISIS perlu dipertimbangkan kembali secara lebih matang, cermat, dan ekstra hati-hati.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Belum Juga Dibekuk, Harun Masiku Kini Diburu Polisi se-Indonesia

KPK meyakini perburuan Harun Masiku akan membuahkan hasil.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Sesmenpora Batal Bersaksi di Sidang Aspri Imam Nahrawi

Selain Gatot, Chandra Bakti yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kempora juga ditunda kesaksiannya.

NASIONAL | 6 Februari 2020

KSP Jadi Pusat Informasi Penanganan Virus Corona

Moeldoko mengatakan, semua informasi terkait virus corona dari sejumlah kementerian akan dihimpun di KSP.

NASIONAL | 6 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS