Petrokimia Gresik Dorong Generasi Milenial Bertani

Petrokimia Gresik Dorong Generasi Milenial Bertani
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi (dua dari kiri) saat press conference Jambore Petani Muda 3 di Wisma Kebomas, Gresik, Kamis (6/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Leonard AL Cahyoputra / FER Kamis, 6 Februari 2020 | 21:59 WIB

Gresik, Beritasatu.com - Petrokimia Gresik, menggelar acara final Agrosociopreneur Competition di Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). Acara ini, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Jambore Petani Muda 3 tahun 2019. Kegiatan ini,  merupakan upaya perusahaan untuk menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, menyatakan, peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah. Padahal, sektor pertanian jika dikelola dengan baik dan benar, tidak kalah prospektif dengan sektor lainnya.

Menurut Sensus Pertanian 2013, lanjut Rahmad, sekitar 61 persen petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun. Minimnya minat generasi milenial dikhawatirkan akan mengancam keberlanjutan pertanian di Indonesia.

"Jambore Petani Muda merupakan salah satu solusi konkret yang kami lakukan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di Indonesia,” ujar Rahmad Pribadi.

Rahmad menilai, peserta program Agrosociopreneur Competition merupakan oase di tengah minimnya minat generasi muda. Dia yakin bahwa dari program ini akan lahir generasi milenial yang membawa perubahan positif dan besar pada sektor pertanian Indonesia di masa depan.

Untuk meningkatkan semangat, Petrokimia Gresik juga menghadirkan petani muda sukses dan inspiratif. Diantaranya adalah alumni Jambore Petani Muda 1 Petrokimia Gresik, Juwita Juju (pelopor petani buah ciplukan), Nur Agis Aulia (pendiri komunitas Banten bangun desa), Andro Tunggul (petani modern hidroponik, Founder Fruitable Farm) dan Edy Lusi (penggagas Kampung Buah Naga Banyuwangi).

Selain itu, alumni Jambore Petani Muda 2 Petrokimia Gresik, juga telah merealisasikan ide inovasinya dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya masing-masing. Diantaranya SMKN 2 Metro (Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung), SMKN 1 Nanggulan (Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DIY), SMKN 2 Bagor (Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jatim).

"Dari program ini kami melihat bahwa inovasi generasi muda Indonesia di bidang pertanian sangat potensial dan luar biasa. Ini yang perlu kita beri perhatian dan dukung penuh," tandas Rahmad Pribadi.



Sumber: Investor Daily