Kasus Suap PAW, KPK Periksa Legislator PDIP Riezky Aprilia
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-8.53)   |   COMPOSITE 6258.57 (-117.49)   |   DBX 1209.79 (-8.41)   |   I-GRADE 185.201 (-2.65)   |   IDX30 531.719 (-10.66)   |   IDX80 142.034 (-2.63)   |   IDXBUMN20 420.424 (-10.91)   |   IDXESGL 146.593 (-2.63)   |   IDXG30 145.132 (-2.4)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-7.66)   |   IDXQ30 151.699 (-2.41)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-7.16)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.82)   |   IDXV30 142.342 (-4.2)   |   INFOBANK15 1078.54 (-21.79)   |   Investor33 455.425 (-8.01)   |   ISSI 183.228 (-2.96)   |   JII 646.305 (-8.91)   |   JII70 225.666 (-3.3)   |   KOMPAS100 1262.11 (-21.63)   |   LQ45 987.949 (-19.51)   |   MBX 1725.55 (-35.56)   |   MNC36 336.055 (-6.2)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.6)   |   SMInfra18 316.891 (-6.04)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-7.35)   |  

Kasus Suap PAW, KPK Periksa Legislator PDIP Riezky Aprilia

Jumat, 7 Februari 2020 | 14:01 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Anggota DPR fraksi PDIP Riezky Aprilia, Jumat (7/2/2020). Riezky bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan caleg PDIP Harun Masiku.

"Saksi diperiksa untuk tersangka HM (Harun Masiku)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat konfirmasi, Jumat (7/2/2020).

Riezky Aprilia merupakan caleg PDIP dari Dapil Sumatera Selatan I yang telah ditetapkan KPU dalam pleno untuk menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia tiga pekan sebelum Pemilu berlangsung. Pada Pemilu 2019 lalu dia berhasil mengantongi 44.402 suara pemilih. Namanya bertengger di urutan kedua atau hanya kalah dari Nazaruddin Kiemas yang 145.752 suara meraih. Lantaran meninggal dunia sebelum pencoblosan, KPU mencoret nama Nazaruddin Kiemas dari Daftar Calon Tetap sebagaimana Keputusan KPU Nomor 896/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IV/2019 tanggal 15 April 2019 tentang Perubahan Keenam Daftar Calon Tetap DPR RI Pemilu Tahun 2019. Lalu, sesuai Keputusan KPU Nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 tanggal 21 Mei 2019, hasil rekapitulasi perolehan suara PDIP untuk Dapil Sumatera Selatan I, Riezky Aprilia berhak melenggang ke Senayan, menggantikan Nazaruddin.

PDIP bereaksi atas keputusan KPU itu. PDIP menginginkan Harun Masiku yang hanya meraih 5.878 suara atau berada di peringkat keenam untuk duduk di DPR dan menggusur Riezky.

Sebelum penetapan calon terpilih, pada 24 Juni 2019, DPP PDIP mengajukan judicial review terhadap Pasal 54 Ayat (5) huruf k dan Pasal 55 Ayat (3) Peraturan KPU nomor 3 tahun 2019 kepada Mahkamah Agung (MA). PDIP mengajukan uji materi dan meminta fatwa Mahkamah Agung atas aturan proses PAW dapat ditentukan oleh partai. Melalui Putusan Nomor 57P/HUM/2019 tanggal 19 Juli 2019, MA mengabulkan sebagian permohonan PDIP, dengan amar putusan yang berbunyi, 'dinyatakan sah untuk calon yang meninggal dunia dan dinyatakan sah untuk Partai Politik bagi calon yang meninggal dunia dan dinyatakan sah untuk Partai Politik bagi calon yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon.'

Penetapan MA ini menjadi dasar PDIP berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti almarhum Nazaruddin Kiemas. Namun, dalam Rapat Pleno pada 31 Agustus 2019, KPU menetapkan Riezky Aprilia. Pada 13 September 2019, PDIP kembali mengajukan permohonan fatwa MA dan pada 23 September mengirimkan surat berisi penetapan caleg.
Dalam proses tersebut, kader PDIP Saeful Bahri menghubungi mantan Anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina yang merupakan orang kepercayaan Wahyu Setiawan. Saeful bermaksud meminta Agustiani yang juga mantan caleg PDIP untuk melobi Wahyu agar mengabulkan Harun sebagai anggota DPR PAW. Untuk memuluskan proses PAW Harun Masiku ini transaksi suap pun terjadi. Harun melalui Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah menyuap Wahyu melalui Agustiani Tio Fridelina dengan total komitmen sebesar Rp 900 juta. Harun, Wahyu, Saeful dan Agustiani Tio pun ditetapkan KPK sebagai tersangka. Namun, dari empat tersangka kasus, hanya Harun Masiku yang masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut Harun terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan berada telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini tak kunjung berhasil menangkap Harun Masiku.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ritual “Buka Mata” untuk Usir Roh Jahat

Ritual "buka mata" adalah pembukaan secara resmi perayaan Cap Go Meh yaitu untuk mencari keselamatan.

NASIONAL | 7 Februari 2020

Gebrakan ST Burhanuddin di 100 Hari Kerja Pantas Diapresiasi

Jaksa Agung ST Burhanuddin mampu melakukan berbagai gebrakan dan terobosan, dan membuktikan diri sebagai sosok yang independen.

NASIONAL | 7 Februari 2020

Beredar Isu Kelangkaan Pupuk, Ini Penjelasan Kementan

Tanggapi isu kelangkaan pupuk, Kementan pastikan pasokan termasuk pupuk bersubsidi cukup.

NASIONAL | 7 Februari 2020

Kejagung Kembali Tetapkan SatuTersangka Kasus Jiwasraya

Dengan ditetapkannya Joko Hartono Tirto sebagai tersangka, berarti sampai dengan saat ini sudah ada enam orang tersangka kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 7 Februari 2020

Ini Implikasi Pemulangan Anggota ISIS Eks WNI Menurut Pengamat

Jika opsi pemulangan yang dipilih Indonesia, maka pemerintah tidak bisa begitu saja membiarkan eks ISIS kembali ke masyarakat umum.

NASIONAL | 7 Februari 2020

Cegah Karhutla Lewat Pendidikan Anak Sejak Dini

Kampanye edukasi ini dapat menumbuhkan kesadaran mencegah karhutla melalui cara yang menyenangkan.

NASIONAL | 6 Februari 2020

KPK Ngotot Kembalikan Kompol Rosa

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan lembaga antirasuah telah memberhentikam Rosa sebagai penyidik KPK dan mengembalikannya ke Mabes Polri.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Ketum PAN Zulkifli Hasan Mangkir Lagi dari Pemeriksaan KPK

Zulkifli telah dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Mitsubishi Berikan Bantuan Outlander PHEV ke PMI

Kendaraan seperti Mitsubishi Outlander PHEV diperlukan di daerah bencana untuk memasok listrik sementara sampai pasokan listrik seperti biasanya normal.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Dongkrak Perekonomian Warga, Walkot Semarang Gencar Kembangkan UMKM

Dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi gencar meluncurkan program-program pengembangan UMKM.

NASIONAL | 6 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS