Lebih Cepat, Konsorsium CAS Mulai Kelola Bandara Komodo Mei 2020

Lebih Cepat, Konsorsium CAS Mulai Kelola Bandara Komodo Mei 2020
Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 7 Februari 2020 | 14:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan konsorsium Cardig Aero Service (CAS) mulai mengelola Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Mei 2020.

Kemhub dan konsorsium CAS meneken memorandum of understanding (MoU) kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) untuk pengembangan Bandara Komodo pada Jumat (7/2/2020).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, konsorsium CAS lewat, perusahaan yang baru terbentuk, yakni PT Cinta Airport Flores, akan mulai mengelola Bandara Komodo lebih cepat dari perencanaan.

"Semestinya (dikelola) awal tahun depan tapi kita majukan menjadi bulan Mei 2020," ungkap Menhub Budi Karya di sela penandatanganan MoU KPBU pengembangan Bandara Komodo di Jakarta, Jumat (7/2).

Selain itu, ungkap Budi, setelah dirinya berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio, maka rencana penyematan status internasional untuk Bandara Komodo akan dimajukan juga dari rencana pada 2021 menjadi Juni 2020.

"Kita semula rencananya akan status internasional di 2021. Tetapi saya dibisik oleh Pak Tama (Menparekraf) kalau bisa cepat saat high season sudah internasional. Jadi bulan Juni kita nyatakan jadi internasional," ungkap Budi Karya.

Karena itu, lanjut Budi, berharap PT Cinta Airport Flores untuk menyiapkan segala perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan serta pengembangan Bandara Komodo dilakukan secara seksama namun cepat. Selain itu, Budi meminta, dukungan Menparekraf untuk melakukan promosi dan mengembangkan destinasi Labuan Bajo.

Adapun proyek KPBU pengembangan Bandara Komodo diberi penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero). Karena itu, turut dilaksanakan penandatanganan perjanjian penjaminan dan regres untuk proyek KPBU Bandar Udara Komodo.

Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo mengatakan, penjaminan yang diberikan PT PII pada proyek ini merupakan salah satu fasilitas dari Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan investasi bagi investor dan perbankan yang membiayai proyek. Sebagai bandar udara pertama di Indonesia dengan skema KPBU, Bandar Udara Komodo diharapkan menjadi percontohan untuk proyek bandara yang akan dikembangkan nanti.

"Dengan skema KPBU dan penjaminan oleh PT PII diharapkan proyek ini dapat dikembangkan dan terjaga dengan baik sehingga dapat bermanfaat meningkatkan aksesibilitas wisatawan dalam negeri dan luar negeri menuju Labuan Bajo sebagai kawasan destinasi wisata unggulan yang semakin diminati," tutup Sutopo.



Sumber: Investor Daily