Intip Program Gratieks, Langkah Mentan Dorong Roda Ekonomi

Intip Program Gratieks, Langkah Mentan Dorong Roda Ekonomi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 7 Februari 2020 | 14:53 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong roda perekonomian.

Digagas oleh Mentan Syahrul Yasin Limpo, program ini mendorong pengusaha dan eksportir melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat. Dengan ini, produksi dapat mencapai tujuh persen per tahun.

"Gerakan ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang diyakini memiliki dampak besar pada roda ekonomi nasional. Sebab, nantinya akan ada jutaan orang yang terlibat di sektor pertanian," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Kuntoro menyatakan program Gratieks ini dapat menciptakan ekosistem perekonomian yang modern. Sebab, program ini melibatkan penggunaan teknologi, digitalisasi, riset, jejaring maupun kerja sama antara semua pihak baik hulur hingga hilir.

Akhir Tahun 2019: Ekspor Pertanian Meningkat Drastis

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pertanian mengalami peningkatan sebesar 24,35 persen atau USD 370 juta pada Desember 2019.

Tercatat sektor perkebunan (kelapa sawit, kakao, karet dan kopi) menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia. Meningkatnya konsumsi perubahan gaya hidup masyarakat global juga mendongkrak komoditas hortikultura dan peternakan seperti unggas dan sarang burung walet.

Kontribusi sektor pertanian dalam ekspor non-migas juga meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2018, kontribusi ekspor mencapai 2,11 persen dari total ekspor non-migas atau senilai Rp 500 triliun. Namun, angka ini meningkat menjadi 2,34 persen atau setara dengan Rp 550 triliun.

Dengan program Gratieks, diperkirakan kontribusi sektor pertanian di ekspor non-migas mencapai 7,5 persen (atau Rp 1.800 triliun).

"Jika dilihat dari perkembangannya sampai hari ini, kami optimis bukan hanya memenuhi kebutuhan masyrakat Indonesia, tetapi memenuhi kebutuhan pangan dunia. Terlebih Kementan terus berupaya menjadikan pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern," tegas Kuntoro.



Sumber: PR