Tjahjo: Pers Berperan Besar Bantu Pemerintah

Tjahjo:  Pers Berperan Besar Bantu Pemerintah
Tjahjo Kumolo. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / RSAT Jumat, 7 Februari 2020 | 17:13 WIB

Banjarmasin, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyebutkan pers mempunyai peran besar dalam membantu pemerintah untuk mensosialisasikan program-programnya. Menurut Tjahjo, pemerintah dan jajarannya selalu membutuhkan pers

Hal ini disampaikan Tjahjo saat memberikan sambutan di acara seminar Hari Pers Nasional (HPN) terkait Inovasi Pelayanan Publik di  Hotel Aria Barito, Jalan MT Haryono Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2020).

"Pemerintah jika membuat program tapi tidak dibantu sosialisasi oleh media tidak akan berguna. Pemerintah, mulai presiden sampai kepala desa termasuk jajaran TNI-Polri, tokoh-tokoh masyarakat, perguruan tinggi juga memerlukan pers," kata Tjahjo.

Menurut Tjahjo, pemerintah dan pers sebenarnya saling membutuhkan satu sama lain. Pers, kata dia juga membutuhkan pemerintah untuk mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan.

"Pers juga membutuh kita (pemerintah,red). Karena itu, pejabat publik, ASN khususnya dalam lingkup Kemen-PAN-RB harus 24 jam lewat humasnya, harus siap untuk ditanya (wartawan)," tandas dia.

Secara pribadi, Tjahjo mengaku pers sangat berperan besar dalam kehidupannya. Tjahjo berhasil berkecimpung di dunia politik mulai dari jadi politisi, pejabat negara hingga menjadi menteri juga tidak terlepas peran dari pers.

"Saya bisa seperti ini juga karena pers. Saya sudah 37 tahun berkecimpung dalam dunia politik, jadi pejabat negara sudah 37 tahun, jadi anggota DPR 30 tahun, menteri 5 tahun, juga karena temen-teman pers. Kehidupan saya selama 37 selalu ketemu dengan temen-teman pers," ungkap Tjahjo.

Tjahjo kemudian membandingkan perkembangan pers pada zaman Orde Baru dan Orde Reformasi. Dia mengaku, pada zaman Orba, orang sulit membuat media, termasuk sulit membuat kartu media dan mengadakan liputan khusus.

"Sekarang gimana? Sekarang orang bisa setiap saat bikin tabloid, bikin media yang tujuannya untuk menghajar pejabat, untuk menghajar seorang. Bikin kartu wartawan 10 pun bisa. Dulu wartawan kalau mau tanya pejabat, tanya langsung apa masalah ini. Sekarang bapak ngomong aja Pak, saya tulis. Bapak kirim WA aja Pak, ini juga tantangan," cerita Tjahjo.

Pers, kata Tjahjo, memang menghadapi tantangan luar biasa karena perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Dulu, tutur Tjahjo, koran menjadi media andalan masyarakat untuk mendapatkan informasi.

"Dulu bangun tidur minum kopi, minum teh, kalau belum baca koran itu nggak nikmat. Sekarang online sudah ratusan ribu, apalagi jumlah penduduk kita 264 juta, HP yang beredar di negara kita sudah hampir 300 juta. Sim card 3 kali lipat, mulai pembantu, sopir, pejabat punya HP 2-3, saya kira itu perkembangan yang harus selalu kita cermati," pungkas Tjahjo.



Sumber: Suara Pembaruan