Korban Pengeroyokan di Diskotek Pentagon Surabaya Meninggal

Korban Pengeroyokan di Diskotek Pentagon Surabaya Meninggal
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / JAS Minggu, 9 Februari 2020 | 19:59 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Glenn Puttiray, salah satu di antara empat korban aksi pengeroyokan di Diskotek Pentagon, Tegalsari, Surabaya, meninggal dunia Minggu (9/2/2020) sekitar pukul 12.10 WIB. Lelaki itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Jemursai, Surabaya selama kurun waktu empat hari.

Dia tewas akibat luka-luka yang dialaminya, Kamis (6/2/2020) malam lalu pascabentrok dengan sekelompok pemuda lainnya.

Kabar duka itu disampaikan Ketua Maluku Satu Rasa (M1R), David didampingi rekannya Wakil Ketua M1R Ibrahim Lating, di Surabaya, Minggu siang. Menurut mereka, Glenn mengalami luka sobek di kepala, namun tak kunjung membaik setelah diberi berbagai macam tindakan medis.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, hemoglobin (Hb) darah dalam tubuh Glenn semakin menurun dan membuatnya semakin hilang kesadaran dan meninggal dunia. Lebih lanjut David menjelaskan, jenazah almarhum usai disemayamkan di rumah duka orang tuanya di kawasan Rungkut Surabaya, secepatnya akan dikebumikan di kawasan Surabaya pula.

“Glenn memang sejak kecil tinggal di Rungkut bersama orang tuanya,” ujar David sambil mengungkapkan kilas balik peristiwa pengeroyokan almarhum di Diskotek Pentagon, Kamis malam.

Kejadian bermula ketika empat pemuda asal Maluku, antara lain Glenn Puttiray, Billy Puttiray, Henrico Pututuhu, dan seorang lagi yang tidak disebutkan menjadi sasaran pengeroyokan dan perampasan yang dilakukan sekelompok orang yang ada di diskotek itu.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama, membenarkan kejadian tersebut. Pemuda Maluku itu dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Diskotek Pentagon.

Pihak Polsek Tegalsari bersama Polrestabes Surabaya kini masih menelusuri identitas sekelompok orang yang mengeroyok Glenn dan kawan-kawan. “Kita masih mendalami dengan meminta keterangan pihak pengelola diskotek,” ujar Kapolsek, Minggu.

Ibrahim Lating membeberkan bahwa korban tak hanya mengalami luka pada tubuhnya usai dikeroyok beberapa orang. Barang berharga mereka juga dirampas. Ada ponsel, dompet, kalung emas juga ditarik. "Semuanya hilang," kata Lating, sambil menambahkan, Glenn ditendang dan dipukul menggunakan botol serta benda tumpul lainnya ke arah kepala. 



Sumber: Suara Pembaruan