Kemhub Realisasikan Program Subsidi Angkutan Udara Kargo

Kemhub Realisasikan Program Subsidi Angkutan Udara Kargo
Kegiatan bongkar-muat kargo di bandara. ( Foto: Beritasatu Photo / Jaja Suteja )
Thresa Sandra Desfika / JAS Minggu, 9 Februari 2020 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemhub) mulai merealisasikan program subsidi angkutan udara kargo setelah ditetapkannya pemenang operator penerbangan yang menjalankan kegiatan tersebut. Salah satu realisasi program subsidi itu adalah penerbangan perdana yang dilakukan maskapai Trigana Air dengan rute Timika – Wamena pada Sabtu (8/2/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Novie Riyanto menjelaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berupaya memastikan program jembatan udara dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana strategis kementerian.

“Dalam pelaksanaan program subsidi angkutan udara perintis kargo dan subsidi angkutan kargo di Papua melalui Kantor Otoritas Wilayah X, kami terus memantau program itu. Tujuannya untuk mengevaluasi, mengoordinasi, dan menyinergikan peran seluruh stakeholdera di lapangan,” kata Novie dalam keterangannya, Minggu (9/2/2020).

Novie menambahkan, melalui subsidi angkutan udara perintis kargo dan subsidi angkutan udara kargo, pemerintah berupaya hadir, khususnya untuk melayani kebutuhan daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh transportasi lain dan hanya mampu dijangkau oleh transportasi udara.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Usman Effendi menjelaskan, penerbangan perdana maskapai Trigana Air menggunakan pesawat jenis Boeing 737-300 dengan kontrak program subsidi angkutan udara kargo melayani rute Timika - Wamena Papua.

Pesawat itu, lanjut dia, mengangkut sebanyak 14 ton berupa barang kebutuhan pokok dan barang penting ke Wamena melalui program jembatan udara hasil konektivitas tol laut. Sesuai kontrak, Trigana Air dijadwalkan akan mengakut kargo sebanyak tiga kali seminggu.

“Dalam hal pengiriman kargo bersubsidi ke masyarakat, kami akan mengawasi secara ketat agar program pemerintah tersebut tidak salah sasaran. Sebelum barang dikirim akan melalui pemeriksaan oleh petugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan, untuk menjaga oknum-okum nakal yang akan memanfaatkan kargo subsidi untuk kepentingan bisnis atau mencari keuntungan pribadi,” tutup Usman.



Sumber: BeritaSatu.com