Launching Program Sembako, Dirjen PFM: Diharapkan Bantu Kurangi Stunting

Launching Program Sembako, Dirjen PFM: Diharapkan Bantu Kurangi Stunting
Launching dan sosialisasi Penyaluran Program Sembako Tahun 2020 oleh Dirjen KPM di Makassar, Sulawesi Selatan. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Senin, 10 Februari 2020 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Andi ZA Dulung mengharapkan program sembako yang diberikan pemerintah  dapat membantu mengurangi permasalahan stunting di Indonesia.

“Ini (program sembako) sebetulnya ada hubungannya dengan stunting, ada program pemerintah sekarang ingin mengurangi stunting,” kata Dirjen PFM saat launching dan sosialisasi “Penyaluran Program Sembako Tahun 2020” di e-Warong Maraja, Kota Makassar.

Di hadapan para peserta yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM), Andi mengatakan program ini merupakan cara pemerintah dalam mengurangi stunting, yakni dengan memberikan pilihan bahan pangan yang dapat dibeli oleh KPM sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan dengan memperhatikan gizi.

Disebutkan pemerintah terus-menerus memperbaiki keadaan, makanya program ini pun ditambahkan dengan program pencegahan stunting dengan macam-macam kombinasi gizi.

Andi menjelaskan KPM diberikan kebebasan dalam membelanjakan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan, agar KPM menjadi bahagia.

“Ini benar-benar membuat ibu sendiri yang mengatur (pembelanjaan), sehingga ibu bahagia, jadi memang didesain sedemikian rupa,” kata Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (10/2/2020).

Namun demikian, Andi mengingatkan para KPM agar tidak membeli barang yang tidak diperbolehkan, contohnya rokok. Jika diketahui ada KPM yang membeli barang tersebut, maka sanksi pun akan diberikan kepada e-Warong yang menjualnya.

“Memang dikasih uang, tapi tidak boleh diterima cash, nah yang tidak boleh, yang sangat dilarang adalah rokok, kalau ketahuan warungnya ada yang melanggar itu izinnya akan dicabut,” jelas Dirjen PFM.

Andi menyampaikan indeks bantuan pada program sembako mengalami peningkatan dari program sebelumnya yaitu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Sebelumnya KPM diberikan bantuan sebesar Rp 110.000/bulan/KPM, namun dengan beralih menjadi program sembako, KPM diberikan bantuan sebesar Rp 150.000/bulan/KPM.

“Kenaikannya itu sudah pasti, dari Rp 110.000 menjadi RP150.000,” jelas Andi.

Andi juga berpesan agar KPM yang memiliki usaha dapat meningkatkan usahanya dengan diberikan modal tambahan. Dengan diberikan bantuan tersebut, diharapkan KPM tidak perlu lagi menerima bantuan dan menjadi mandiri.

“Ibu-ibu yang sudah ada usaha, Pak Menteri dan Presiden menginginkan agardiberikan modal tambahan untuk bisa meningkatkan usaha, dan tidak perlu lagi menerima bantuan. Nanti kita lihat bagaimana perkembangan supaya mereka bisa membuat usaha yang lebih agar mereka cepat mandiri,” ujar Andi.

Pada kesempatan tersebut Dirjen PFM didampingi Kadis Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Kadis Sosial Kota Makassar, anggota DPR Komisi VIII, perwakilan Perum Bulog, dan perwakilan BRI. Peserta yang hadir berkisar 140 orang KPM dengan didampingi oleh para pendamping sosial.



Sumber: Suara Pembaruan