NU Tolak Tegas Kepulangan WNI Eks ISIS

NU Tolak Tegas Kepulangan WNI Eks ISIS
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). (Foto: Beritasatu TV)
Aichi Halik / AHL Selasa, 11 Februari 2020 | 17:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak tegas wacana pemulangan ke Tanah Air warga negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan kelompok ISIS.

"Kami PBNU menolak kepulangan kombatan ISIS karena mereka sudah pergi ke sana dengan kemauan sendiri. Setelah datang ke sana mereka ramai-ramai bakar paspor dan mengatakan ini paspor negara thogut," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Menurut Said Aqil, para WNI tersebut sudah menganggap ISIS sebagai negara, dan sengaja membuang kewarganegaraan Indonesia saat bergabung dengan kelompok tersebut.

"Mereka itu sudah melepaskan diri dari warga negara Indonesia lalu bergabung dengan warga negara ISIS Irak," ujar Said Aqil.

Sebelumnya, muncul wacana untuk memulangkan WNI eks ISIS yang saat ini tinggal di penampungan yang berada di Suriah dan Irak.

"Oleh karena itu kenapa kita bicara bahwa pemulangan 600 orang (eks ISIS) itu akan mengganggu ketenangan, kenyamanan 260 juta warga Indonesia," kata Said Aqil.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari komunitas internasional dan saluran intelijen ada sekitar 600 orang lebih eks ISIS yang mengaku sebagai WNI.



Sumber: BeritaSatu TV