Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan Eks WNI Tergabung ISIS

Pemerintah Putuskan Tak Pulangkan Eks WNI Tergabung ISIS
Mahfud MD. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / AB Selasa, 11 Februari 2020 | 17:55 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah memutuskan tidak memulangkan 689 eks warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS. Keputusan itu diambil setelah Presiden Joko Widodo menggelar rapat internal dengan beberapa menteri terkait di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD seusai rapat internal tersebut.

“Hasil rapat menyangkut foreign terorists fighter (FTF) atau teroris pelintas batas itu, keputusan rapat kabinet tadi adalah pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan, tidak akan memulangkan FTF ke Indonesia,” kata Mahfud MD.

Keputusan tersebut diambil Pemerintah Indonesia, karena negara harus memberi rasa aman dari ancaman terorisme dan virus-virus baru teroris terhadap 267 juta rakyat Indonesia.

“Kkalau FTF pulang, bisa menjadi virus baru yang membuat 267 juta rakyat Indonesia merasa tidak aman,” ujar Mahfud MD.

Pemerintah juga akan melakukan pendataan eks WNI yang bergabung ISIS, karena sampai saat ini data yang diperoleh sebanyak 689 orang.

"Teroris di luar negeri berjumlah 689 orang tadi? Per hari ini ada 689 orang WNI di Suriah, Turki dan beberapa negara terlibat FTF itu. Meskipun begitu, pemerintah akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang yang dianggap terlibat teror, bergabung dengan ISIS. Itu saja kesimpulannya,” terang Mahfud MD.

Keputusan yang diambil pemerintah lebih cepat dari yang direncanakan. Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi akan memutuskan nasib ratusan eks WNI tergabung ISIS pada Mei atau Juni 2020. Tim khusus yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius sedang menyusun draf kajian hukum terkait dua opsi bagi mereka, yakni dipulangkan atau tidak dipulangkan.

Namun, hari ini Presiden Jokowi telah memutuskan untuk tidak akan memulangkan 689 eks WNI tergabung ISIS ke Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com