Sepanjang 243 Km Jalan Provinsi di Bengkulu Rusak Berat

Sepanjang 243 Km Jalan Provinsi di Bengkulu Rusak Berat
Ilustrasi jalan rusak. ( Foto: Antara )
Usmin / JAS Selasa, 11 Februari 2020 | 19:00 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sepanjang 243 kilometer (km) dari 1.562 km panjang jalan provinsi di Bengkulu, saat ini dalam kondisi rusak berat. Hal ini terjadi karena sejak lama tidak diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Septi Erwadi, di Bengkulu, Selasa (11/2/2020), mengakui masih ada sekitar 15 persen atau sepanjang 243 km jalan provinsi dalam kondisi rusak berat.

Sedangkan sisanya sepanjang 1.319 km lagi, meliputi dalam kondisi baik alias mantap sepanjang 745,5 km dan kondisi sedang sepanjang 288.4 km. "Jalan provinsi di Bengkulu, yang masih rusak saat ini, kami targetkan tuntas diperbaiki pada akhir tahun 2021 mendatang, karena jalan rusak ini hanya 15 persen dari panjang total jalan provinsi 1.562 km," ujarnya.

Dijelaskan, jalan provinsi yang masih rusak berat sepanjang 243 km itu, tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Bengkulu, di antaranya Kabupaten Kaur 1,59 km, Seluma sepanjang 78,26 km, Bengkulu Utara sepanjang 119,9 km dan Kabupaten Bengkulu Tengah sepanjang 2,13 km.

Selanjutnya Kabupaten Kepahiang 11,56 km, Rejang Lebong sepanjang 16 km, Kabupaten Lebong sepanjang 5,9 km, Kabupaten Mukomuko sepanjang 7,10 km dan Kota Bengkulu sepanjang 0,65 km.

"Jalan provinsi yang kini masih rusat berat, tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu tersebut, sudah kita programkan untuk dilakukan perbaikan pada tahun 2020 dan 2021 mendatang," ujarnya.

Dinas PUPR Bengkulu, kata Septi sudah menargetkan paling lambat pada 2021, seluruh jalan provinsi yang ada di Bengkulu, dalam kondisi mantap. "Hal ini sesuai dengan target Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pada akhir 2021, seluruh jalan provinsi dalam kondisi mulus dan lancar dilalui semua jenis kendaraan bermotor," ujarnya.

Terkait jembatan provinsi di Bengkulu, Septi mengatakan, hingga akhir 2019, dari jumlah total jembatan provinsi di daerah ini sebanyak 430 buah atau sepanjang 9.325, 40 meter dalam kondisi sangat aman dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

"Saat ini, kondisi jembatan provinsi yang terbesar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu, dalam kondisi bagus dan layak dilewati kendaraan roda dua dan empat. Sebagian besar jembatan provinsi yang ada sekarang baru dibangun, salah satunya jembatan Lubuk Mindai, di Bengkulu Utara," ujarnya.

Sedangkan jembatan provinsi yang rusak, akan diupayakan dapat dilakukan perbaikan pada tahun 2020 dan 2021. Sebab, target Dinas PUPR Bengkulu, pada akhir 2021, seluruh jalan dan jembatan provinsi di daerah ini, dalam kondisi baik.

Hal senada diungkapkan pengamat infrastruktur dari Universitas Bengkulu (Unib), Khairul Anwar. Ia mengatakan, dalam dua tahun ini perbaikan jalan dan jembatan provinsi oleh Dinas PUPR setempat, mengalami peningkatan dari beberapa tahun sebelumnya.

Hal ini tidak terlepas dari kometmen Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah untuk menuntaskan perbaikan jalan dan jembatan provinsi yang rusak di daerah ini, agar arus lalu lintas transportasi darat antar kabupaten dan kota di daerah ini semakin lancar ke depan.

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Gubernur Rohidin Mersyah yang telah serius melakukan perbaikan jalan dan jembatan provinsi yang rusak di berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu. Sekarang dari data yang ada jalan provinsi yang rusak tinggal 243 km dari panjang total 1.562 km. Sedangkan jembatan seluruh dalam kondisi aman dilewati kendaraan," ujarnya.

Dosen Fakultas Teknik ini, berharap Pemprov Bengkulu bisa menuntaskan perbaikan jalan sepanjang 243 km itu, dapat tuntaskan diperbaiki pada tahun 2020 dan 2021 mendatang, sehingga diawal 2022 mendatangm, seluruh jalan dan jembatan provinsi di Bengkulu, dalam kondisi mantap.

Jika jalan dan jembatan provinsi di Bengkulu, dalam kondisi mantap, maka arus lalu lintas barang dan orang semakin lancar di daerah ini, sehingga pertumbuhan pertumbuhan ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh dan berkembang ke depan dimana pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat sesuai harapan, katanya.[143]



Sumber: Suara Pembaruan