Jokowi Tegaskan Nasib 689 WNI Eks ISIS Bukan Tanggung Jawab Pemerintah

Jokowi Tegaskan Nasib 689 WNI Eks ISIS Bukan Tanggung Jawab Pemerintah
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 12 Februari 2020 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan nasib warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang dikategorikan sebagai teroris lintas batas (foreigner terorist fighter/FTF) sudah tidak menjadi tanggung jawab pemerintah, mengusul keputusan pemerintah untuk tidak memulangkan 689 WNI eks ISIS yang tersebar di beberapa negara, seperti Turki dan Suriah.

Mereka tak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah, papar Jokowi, dikarenakan kepergian mereka menjadi FTF sudah menjadi keputusan yang diambil dengan kesadaran penuh.

“Itu nanti karena sudah menjadi keputusan mereka, tentu saja segala sesuatu mestinya sudah dihitung dan dikalkulasi oleh yang bersangkutan,” kata Jokowi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Terkait status kewarganegaraan 689 FTF ini, Jokowi memang tidak menyatakannya secara eksplisit. Namun secara tersirat, Jokowi sudah tidak lagi menganggapi mereka sebagai WNI.

Hal itu terlihat dari pengucapan sebutan 689 FTF ini oleh Jokowi. Mantan Gubernur DKI ini tidak menyebut mereka sebagai WNI eks ISIS, melainkan ISIS eks WNI.

“Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI,” ungkap Jokowi.