Rusuh di Rutan Kabanjahe, Polisi Amankan 10 Napi Provokator

Rusuh di Rutan Kabanjahe, Polisi Amankan 10 Napi Provokator
Sejumlah petugas mengamankan tahanan dari lokasi kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara, Rabu, 12 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Kamis, 13 Februari 2020 | 09:42 WIB

 

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengamankan sepuluh orang narapidana yang diduga sebagai provokator kerusuhan di Rutan Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (12/2/2020).

"Mereka masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Kami akan menjerat mereka dengan tuduhan pengrusakan secara bersama-sama, sesuai pelanggaran Pasal 170 KUHPidana," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Kamis (13/2/2020).

Kapolda mengatakan, napi yang diamankan polisi ini memprovokasi rekan-rekannya di rutan untuk memberikan perlawanan saat petugas memberikan sanksi atas pelanggaran disiplin di dalam rutan itu. Kemudian, napi lain tersulut sehingga terjadi kerusuhan.

Ricuh Rutan Kabanjahe, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Seperti diketahui, napi di Rutan Kabanjahe membuat kerusuhan dengan membakar dan merusak fasilitas di dalam rutan. Kerusuhan terjadi karena para napi tidak terima ketika petugas melakukan razia dalam mengantisipasi peredaran narkoba.

Petugas rutan gencar melakukan razia karena beberapa hari sebelumnya, petugas rutan menemukan sabu-sabu seberat 30 gram milik dari empat orang napi di sana. Kasus ini kemudian diserahkan ke Polres Tanah Karo untuk ditindaklanjuti. 

Mabes Polri: Situasi Rutan Kabanjahe Terkendali

Dalam pemgembangan, petugas menangkap dua oknum aparatur sipil negara (ASN) yakni, Tio Sukmahadi dan Muhammad Angga Primana. Keduanya diduga sebagai pemasok narkoba ke dalam rutan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 6 orang tersangka.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, seluruh tersangka kasus narkoba ini dititipkan untuk ditahan di rutan. Para napi kemudian memprovokasi rekan - rekan napi lain. Provokasi ini dilakukan karena petugas semakin gencar melakukan razia. 



Sumber: BeritaSatu.com