Terbukti Danai Simpatisan ISIS, Dua Perempuan Indonesia Dipidana di Singapura
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terbukti Danai Simpatisan ISIS, Dua Perempuan Indonesia Dipidana di Singapura

Kamis, 13 Februari 2020 | 12:31 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Singapura, Beritasatu.com - Dua perempuan Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga divonis bersalah dan harus menjalani hukuman penjara di Singapura, Rabu (12/2/2020). Mereka terbukti ikut mendanai kelompok terorisme yang berafiliasi ke Islamic State of Irak and Syriah (ISIS).

Dikutip dari scmp.com, Kamis (13/2/2020), Pengadilan Singapura menyebutkan, kedua perempuan itu dipengaruhi untuk melakukan pelanggaran oleh pacar yang mereka kenal secara daring dan berjanji untuk menikahi keduanya.

Salah satu perempuan WNI itu dipindana penjara selama tiga tahun sembilan bulan dan yang lainnya harus divonis hukuman penjara 18 bulan. Dalam pertimbangannya, Hakim Distrik Christopher Tan menekankan pentingnya mencegah orang lain melakukan kejahatan serupa.

Dikatakan, pelanggaran orang asing yang mengirim uang kembali ke negara asal mereka untuk membiayai terorisme sulit dideteksi, bahkan dengan kemajuan teknologi. "Jika Anda menangkap (pelaku), pesan keras harus disampaikan untuk menunjukkan bahwa hal seperti ini tidak dapat diterima,” ujar Hakim Tan.

Kedua perempuan itu belum pernah bertemu dengan pria yang berjanji akan menikahkan mereka, yang merupakan simpatisan teroris. Dokumen pengadilan tidak menyebutkan, apakah kedua perempuan itu saling kenal.

Dalam kasus ini, salah satu WNI, Retno Hernayani yang berusia 36 tahun disebut pengadilan berhubungan dengan seorang simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia menjalin hubungan dengannya melalui video call dari April 2018 dan kemudian ditahan oleh Departemen Keamanan Internal Singapura pada 20 Agustus 2019.

Retno diperkenalkan kepada pria yang bernama Fikri Zulfikar itu oleh perempuan Indonesia lain. Perempuan itu juga memperkenalkannya pada materi online tentang ISIS.

Untuk memenangkan hatinya, Fikri mendirikan bisnis air mineral bersamanya dan telah mengunjungi desanya di Lampung, Sumatera, untuk mendapatkan kepercayaan dari keluarganya. Retno berencana menghentikan kontrak kerjanya untuk menikah dengan Fikri pada Desember 2019.

Retno menyumbangkan 40 dolar Singapura (sekitar Rp 400.000) dari uangnya sendiri dan mengumpulkan lebih dari 100 dolar Singapura (sekitar Rp 1 juta) dari tiga pembantu rumah tangga lainnya di Paya Lebar, Singapura. Uang itu kemudian diketahui digunakan untuk mendukung jaringan ekstremis Indonesia yang berafiliasi dengan ISIS, yakni Jemaah Anshaut Daulah (JAD) dan kelompok militan lainnya.

Disebutkan, Retno mengirim uang itu ke Fikri, yang menggunakan sebagian dari dana itu untuk memberikan sumbangan kepada badan amal keagamaan Aseer Cruee Centre (ACC).

“Retno tetap mengirim uang itu, meskipun dia tahu bahwa akan digunakan untuk tujuan kekerasan militan, seperti membeli peluru, senapan, granat, dan bom. Aksi itu untuk berperang melawan 'musuh-musuh Islam' dan mengirim pejuang ke daerah konflik,” ujar Wakil Jaksa Penuntut Umum, Cheng Yuxi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rencana Buka Prodi Kedokteran, PresUniv Kerja Sama dengan Unpad

Rencana PresUniv membangun Prodi Kedokteran maju selangkah dengan menggandeng Unpad dalam deklarasi pembinaan/pendampingan.

NASIONAL | 28 September 2021

Sekolah Tatap Muka, Sekolah dan Orang Tua Wajib Jaga Prokes Anak

Untuk menghindari klaster baru, sekolah dan orang tua wajib menjaga protokol kesehatan (prokes) pada anak.

NASIONAL | 28 September 2021

Menhub Minta Fasilitas PCR di Bandara Soekarno-Hatta Ditambah

Menhub Budi Karya Sumadi meminta PT Angkasa Pura II menambah fasilitas tes PCR di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.

NASIONAL | 28 September 2021

Bersurat ke Jokowi, Kapolri Ingin Rekrut Novel Baswedan Cs

Kapolri Jenderal Listyo Sigit berkirim surat ke Presiden Jokowi dan meminta untuk merekrut 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK, termasuk Novel Baswedan.

NASIONAL | 28 September 2021

Pabrik Danone di Banyuwangi Raih Sertifikat Emas dari GBC

Sertifikasi emas untuk pabrik Danone Aqua di Banyuwangi menunjukkan perkembangan green building yang luar biasa di Indonesia.

NASIONAL | 28 September 2021

Nyemplung Tanam Mangrove, Jokowi: Yang Lain Tidak Usah Ikut, Biar Saya Saja

Presiden Jokowi pun memutuskan untuk nyemplung dan tetap melakukan penanaman mangrove bersama masyarakat dan komunitas pegiat lingkungan.

NASIONAL | 28 September 2021

Megawati Buka Pelatihan Manajemen Bencana Baguna PDIP Bersama Basarnas dan BNPB

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri membuka pelatihan dasar manajemen bencana dan pengendalian operasi SAR Baguna PDIP.

NASIONAL | 28 September 2021

Temui Mahfud MD, Nasdem Usulkan Syaikhona Kholil Sebagai Pahlawan Nasional

DPP Partai Nasdem menemui Menko Polhukam terkait usulan agar ulama besar asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Syaikhona Kholil ditetapkan sebagai pahlawan

NASIONAL | 28 September 2021

Gatot Sebut TNI AD Disusup PKI, Pangkostrad: Tudingan Keji

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menyatakan tudingan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyebut TNI disusupi komunisme merupakan tudingan keji.

NASIONAL | 28 September 2021

Indeks 98: Judicial Review AD/ART Partai Demokrat Murni Persoalan Hukum

Upaya judicial review AD/ART Partai Demokrat murni persoalan hukum sehingga semua pihak harus tunduk dan patuh pada upaya tersebut.

NASIONAL | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings