Difitnah Terkait Asabri, Moeldoko Ancam Polisikan Haidar Alwi

Difitnah Terkait Asabri, Moeldoko Ancam Polisikan Haidar Alwi
Mantan Kepala Staf Presiden kabinet kerja, Jendral (purn) Moeldoko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Fana Suparman / MPA Kamis, 13 Februari 2020 | 16:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengecam dan membantah pernyataan Haidar Alwi Institute terkait tajuk opini dalam laman threechannel.co. Dalam tulisan opini itu, Haidar Alwi Institute menuding Moeldoko berperan dalam megaskandal di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Atas opini Haidar Alwi Institute yang disebutnya sebagai fitnah itu, Moeldoko tak segan menyeret persoalan ini ke ranah hukum. Hal ini ditegaskan Moeldoko melalui kuasa hukumnya Sirra Prayuna.

"Ini tuduhan serius. Klien kami tak segan membawa hal ini ke ranah hukum jika Haidar Alwi tak mencabut dan meminta maaf," tegas Sirra dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Sirra menyatakan, tudingan Haidar kepada kliennya tak berdasar. Dikatakan, sebuah tulisan meski hanya opini seharusnya memenuhi kaidah penulisan yang benar. Selain memiliki kapasitas, penulis seharusnya melakukan riset agar tulisannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun, kata Sirra opini yang dibuat Haidar delusi belaka dan dengan sengaja telah mencemarkan nama baik serta mengancurkan martabat dan kehormatan Moeldoko.

"Klien kami, meniti karir dengan cara terhormat sehingga dalam menyelesaikan tuduhan fitnah dengan cara terhormat pula, makanya beliau menyelesaikan lewat jalur hukum," katanya.

Untuk itu, Sirra menyatakan, Moeldoko mengultimatum Haidar untuk segera mengklarifikasi opininya dan meminta maaf dalam waktu 7 x 24 jam yang dimuat di lima media cetak nasional. Jika ultimatum ini diabaikan, Sirra menyatakan, pihaknya akan melaporkan persoakan ini ke kepolisian.

"Kami tunggu itikad baik saudara Haidar. Jika tidak, kami akan melaporkan tuduhan serius ini ke polisi," kata Sirra.
Moeldoko sebelumnya mengaku tidak mengerti polemik di tubuh PT Asabri (Persero). Hal ini lantaran secara kelembagaan, PT Asabri berada di bawah Kementerian BUMN.

"Waktu saya jadi Panglima TNI, tidak mengerti tentang Asabri. Kami panglima TNI tidak memiliki otoritas yang bersinggungan dengan Asabri karena dikelola oleh BUMN," kata Moeldoko, Selasa (14/1/2020).

Moeldoko menceritakan, saat menjabat sebagai Panglima TNI, posisi direktur utama pun ditunjuk Menteri BUMN dan Menteri Pertahanan. "Jadi saya tidak mengerti sama sekali," katanya.

Persoalan di PT Asabri mencuat dari pernyataan Menko Polhukam, Mahfud MD. Mahfud mengaku sudah mendengar isu dugaan korupsi di tubuh PT Asabri yang diperkirakan merugikan keuangan negara lebih dari Rp 10 triliun. Mahfud meminta persoalan ini diproses hukum hingga tuntas.

Sebagaimana pemberitaan di berbagai media, saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019 dan penurunan harga saham dapat mencapai lebih dari 90% sepanjang tahun. 



Sumber: BeritaSatu.com