Takut Pulang, Ratusan Turis Tiongkok Perpanjang Izin Tinggal di Bali

Takut Pulang, Ratusan Turis Tiongkok Perpanjang Izin Tinggal di Bali
Lebih dari 300 warga negara (WN) Tiongkok telah mengajukan perpanjangan izin tinggal (overstay) ke kantor imigrasi Bali. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 13 Februari 2020 | 18:20 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Lebih dari 300 warga negara (WN) Tiongkok telah mengajukan perpanjangan izin tinggal (overstay) ke kantor imigrasi Bali.

Mereka yang mengajukan overstay karena masa tinggalnya telah habis, namun memilih tak kembali ke negaranya karena merebaknya virus korona.

“Sampai hari ini sudah lebih dari 300 (turis). Saya sudah cek di Ngurah Rai pagi tadi jam 8 sudah 90, belum di tempat lain,” kata Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Sutrisno, di Denpasar, Kamis (13/2/2020).

Ada tiga tempat yang didatangi oleh turis Tiongkok untuk mengajukan overstay yaitu di Imigrasi Denpasar, Bandara Ngurah Rai, dan Singaraja.

“Paling banyak di Denpasar dan Ngurah Rai. Singaraja sepertinya tidak (ramai),” ujar Sutrisno.

Sutrisno memprediksi, jumlah yang mengajukan overstay masih akan terus bertambah.

Menurut data, ada ribuan turis asal Tiongkok yang bertahan di Bali dan memilih tak pulang ke negaranya.

Selain karena penerbangan ke Tiongkok telah ditutup sejak 5 Februari lalu, juga karena takut tertular virus korona yang merebak di negaranya.

Sebelumnya, menurut Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Bali, jumlah WN Tiongkok yang bertahan di Bali mencapai 5.000 orang.

Pada Sabtu (8/2/2020), sebanyak 61 orang memilih pulang dengan pesawat penjemput China Eastern Airlines yang disediakan pemerintah Tiongkok.



Sumber: BeritaSatu.com