Lima Heli Berhasil Mendarat di Lokasi Jatuhnya MI-17 di Papua

Lima Heli Berhasil Mendarat di Lokasi Jatuhnya MI-17 di Papua
Helikopter MI 17 milik TNI (Foto: Antara)
Robertus Wardy / WBP Kamis, 13 Februari 2020 | 18:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar mengemukakan proses evakuasi terhadap heli milik TNI Angkatan Darat jenis MI-17 yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua pada Juni 2019, mulai dilakukan pada Kamis (13/2/2020). Evakuasi dilakukan setelah cuaca cukup cerah pada hari ini.

"Lima helikopter kita menuju ke sasaran. Tadi sudah kita terbangkan pasukan yang melakukan evakuasi sebanyak tiga sortie," kata J. Binsar Parluhutan Sianipar saat dihubungi pada Kamis sore.

Cari Helikopter MI-17 di Papua, TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis

Ia menyebut sekarang sudah ada satu satuan setingkat peleton (SST) pasukan dan masyarakat yang membantu di sekitar lokasi. Tim pencari heli MI-17 ini terdiri atas 117 anggota plus tambahan 2 satuan setingkat peleton dari Jayapura. Selain dari TNI, kepolisian dari Polres Oksibil menyiapkan 1 pleton pasukan untuk membantu proses evakuasi.

"Jadi, ada di sekitar 11.000 feet ketinggiannya. Kita berharap, paling tidak sore ini mereka sudah bisa sampai dengan ke TKP (tempat kejadian perkara). Sekarang mereka sedang berjalan, mudah-mudahan cuaca cerah, sehingga sebelum gelap 15.00 atau 17.00 mereka sudah sampai di TKP dan sudah bisa mulai evakuasi dari TKP menuju Oksibil dengan menggunakan helikopter," ujar J. Binsar Parluhutan Sianipar.

Faktor Cuaca Hambat Pencarian Heli MI 17

Dia menegaskan proses evakuasi terkendala cuaca yang selalu berubah-ubah. Cuaca diwilayah pegunungan Papua lokasi jatuhnya heli cukup ekstrim. Kadang cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang dalam sehari. “Kita sudah berkoordinasi dengan seluruh pilot. Mudah-mudahan besok atau lusa kalau cuaca mengizinkan kita sudah mulai kegiatan evakuasi. Baik itu mencari jenazah termasuk barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” tutup J. Binsar Parluhutan Sianipar.

Sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab telah memastikan temuan helikopter MI-17 yang hilang Juni 2019. Puing heli TNI AD ini ditemukan di tebing Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Heli MI-17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak pada Jumat, 28 Juni 2019, saat terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter saat itu terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura.

Helikopter itu mengangkut 12 orang, terdiri atas 7 kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Woroagi. Heli ini digunakan dalam misi pengiriman logistik ke pos udara pengamanan perbatasan (pamtas) di Distrik Okbibab, Pegunungan Bintang.



Sumber: BeritaSatu.com