Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Uap Gas

Erupsi, Gunung Merapi Keluarkan Uap Gas
Erupsi Merapi. ( Foto: Twitter )
Fuska Sani Evani / LES Kamis, 13 Februari 2020 | 19:42 WIB

Yogyakarta, Beitasatu.com - Gunung Merapi kembali erupsi pada Kamis (13/2) pagi, pukul 05.16 WIB dan mengeluarkan uap dengan ketinggian kolom asap hingga 2.000 meter atau dua kilometer. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, erupsi tersebut tergolong erupsi kecil.
Erupsi terjadi dengan amplitudo 75 mm berdurasi 150 detik. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah Merapi. Dikatakan, status Gunung Merapi hingga saat ini masih pada level II atau Waspada yang terlah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.

Menurut Hanik, letusan pada Kamis pagi, merupakan bagian fase ke-7 dari kronologi aktivitas erupsi Merapi periode 2018-2019. Pada periode September hingga November 2019, Merapi telah mengalami letusan sebanyak empat kali diiringi aktivitas kegempaan vulkanik dalam. Kemudian pada pertengahan Desember 2019 hingga pertengahan bulan Januari 2020 kembali terjadi peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam, yang diikuti peningkatan aktivitas di permukaan seperti gempa guguran, hembusan dan vulkanotektonik dangkal.

Kejadian letusan serupa, diprediksi masih akan terjadi, sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Namun menurutnya, ancaman bahaya hanya terjadi pada radius tiga kilometer dari pucak Merapi. “Masyarakat tidak perlu panik karena erupsi uap gas yang terjadi tadi pagi merupakan erupsi gas berskala kecil. Data juga tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” katanya.

Terlebih lagi, menurut Hanik, erupsi tersebut tidak mengandung awan panas, meski menyebabkan hujan abu di radiun 10 kilometeran arah barat daya, kondisi ini disebabkan karena akumulasi gas terakhir dan ekstruksi magma.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan, erupsi Merapi terjadi sekitar pukul 05.16 WIB teramati berdasar kolom asap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Abu tipis mulai terlihat setelah dua jam pasca erupsi. Sedang wilayah yang terdampak hujan abu tipis yaitu Kaliadem Lama, Kalitengah lor dan juga kalitengah Kidul, Kaliurang, serta di Turgo.

Sementara itu, hingga siang hari, hujan masih mengguyur puncak Merapi, dengan total curah hujan 42 mm tercatat hingga pukul 13:17 WIB. Dengan kondisi hujan tersebut BPBD Sleman meminta masyarakat yang beraktivitas di sungai-sungai yang berhulu di Merapi diimbau untuk mengantispasi bahaya lahar hujan.



Sumber: BeritaSatu.com