Menkes Pastikan Semua WNI dari Tiongkok di Natuna Negatif Covid-19

Menkes Pastikan Semua WNI dari Tiongkok di Natuna Negatif Covid-19
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) beraktivitas di Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, saat masa observasi pascaevakuasi dari Wuhan China di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Februari 2020. ( Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww )
Dina Manafe / JAS Jumat, 14 Februari 2020 | 13:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan hingga detik ini, warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi kesehatan di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau dalam kondisi sehat. Mereka dipastikan negatif novel coronavirus (nCoV) atau sekarang resmi dinamai COVID-19 oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) setelah hampir dua pekan dipantau kesehatannya.

“Dua minggu kita observasi dan memang terbukti sampai detik ini saya berbicara, mereka semua tetap sehat. Kenapa ? Karena doa dari seluruh rakyat Indonesia,” kata Menkes usai mengampanyekan minum jamu di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (14/2/2020) pagi.

Merujuk aturan waktu efektif untuk observasi yang telah ditetapkan oleh WHO adalah selama 14 hari. Empat belas hari ini adalah masa inkubasi virus ini. Artinya sejak virus ini masuk ke tubuh seseorang sampai dia menimbulkan gejala sakit adalah 1 sampai 14 hari.

Selama itu seseorang yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif COVID-19 harus dikarantina untuk dilakukan observasi. Setelah masa inkubasi ini tidak muncul gejala sama sekali maka diyakini yang bersangkutan tidak mengidap COVID-19. Jelang hari terakhir waktu observasi Menkes Terawan menegaskan WNI tersebut dalam kondisi sehat.

Menkes mengatakan, observasi kesehatan terakhir dilakukan besok, Sabtu (15/2/2020) jam 12.00. Setelah itu akan dilakukan upacara pelepasan di Natuna. Sejumlah pejabat termasuk Menkes akan hadir untuk melepaskan mereka.

“Besok pagi saya ke sana. Ikut menyiapkan dan melepaskan mereka. Kita akan melihat bagaimana haru birunya mereka bahagia. Apalagi kalau keluarganya yang menerima, apalagi masyarakat yang menerima,” kata Menkes.

Setelah upacara pelepasan di Natuna, rombongan WNI akan dipulangkan lewat Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka diperkirakan tiba di Halim sekitar pukul 16.00 WIB. Panglima TNI telah menyiapkan pesawat berjumlah 4 unit dengan jadwal penerbangan antara pukul 13.00-14.00 WIB.

Masing-masing perwakilan dari tiap daerah telah dikoordinasikan untuk mendampingi proses penjemputan di Bandara Halim Perdanakusuma. Setibanya di Jakarta, tiap WNI sudah dibekali tiket komersial untuk pulang ke kampung halamannya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, kalau pun WNI ini belum ingin langsung pulang ke kampung halamannya besok, pemerintah juga sepakat memberikan bantuan biaya penginapan dan transportasi untuk memudahkan mereka.

Total yang menjalani masa observasi adalah 285 orang. Sebanyak 238 orang ialah WNI, dan 1 orang WNA (suami WNI) yang dievakuasi dari Wuhan pada Minggu (2/2/2020). Sisanya adalah tim penjemput ke Wuhan, seperti TNI dan kru Batik Air serta tenaga kesehatan. Mereka semua diketahui berasal dari 29 provinsi di Indonesia. Paling banyak berasal dari Jawa Timur.



Sumber: BeritaSatu.com