Tb Hasanuddin Kritik Moeldoko Umumkan Terbuka Tim Monitor Eks WNI Anggota ISIS

Tb Hasanuddin Kritik Moeldoko Umumkan Terbuka Tim Monitor Eks WNI Anggota ISIS
Tb Hasanuddin. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Jumat, 14 Februari 2020 | 15:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Tb Hasanuddin, mengkritisi pernyataan Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang mewacanakan pengiriman tim untuk memonitor langsung 689 eks Warga Negara Indonesia (WNI) anggota ISIS yang ada di beberapa negara seperti Suriah dan Turki.

Hasanuddin mengaku mendapat informasi bahwa tim itu rencananya akan melakukan identifikasi dan juga pemetaan terhadap 689 eks WNI tersebut. Baginya, seharusnya langkah itu tak diumumkan secara terbuka. Geraknya seharusnya dilakukan secara tertutup.

"Kalaupun mau membuat tim, lakukan secara tertutup. Tak perlu diumumkan ke publik," kata Hasanuddin, Jumat (14/2/2020).

Dengan mengumumkan secara terbuka, Hasanuddin tak yakin tim itu bisa menghasilkan kerja yang baik. Sebab bila dilakukan secara terang-terangan, kombatan ISIS ini pastinya akan bersembunyi dan menghindar. Apalagi mereka sudah tahu tak akan bisa masuk lagi ke Indonesia. Belum lagi risiko data yang dihasilkan tak akurat karena motif tertentu.

Bagi Hasanuddin, seharusnya kerja ini dilaksanakan secara tertutup dengan melibatkan aparat seperti intelijen.

"Hemat saya kurang pas bila dipublikasikan. Lebih baik lakukan secara tertutup dengan melibatkan aparat intelejen," ujar Hasanuddin, purnawirawan TNI bintang dua yang menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDIP di MPR itu.

Sebelumnya, Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memutuskan menolak menerima kembali para eks WNI anggota ISIS itu. Namun, ada pertimbangan khusus menyangkut perempuan dan anak di rombongan tersebut.

Moeldoko sendiri sudah menyebutkan bahwa tim itu akan mendata 689 eks WNI itu yang terdiri dari anak-anak, perempuan, dan kombatan. Presiden Jokowi sendiri memerintahkan agar data mereka disebar ke seluruh titik perbatasan dan mengeluarkan permintaan tangkal untuk menghindari masuknya kelompok yang oleh dunia disebut sebagai foreign terrorist fighter itu.



Sumber: BeritaSatu.com