Mengenang Tati Sumirah, Sang Legenda Bulu Tangkis Piala Uber

Mengenang Tati Sumirah, Sang Legenda Bulu Tangkis Piala Uber
Sesmenpora Gatot Dewa S Broto ketika mengantarkan almarhumah Tati Sumirah di Jakarta Timur, Jumat (14/2/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 14 Februari 2020 | 23:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dunia bulu tangkis Indonesia sedang berduka atas meninggalnya atlet legendaris Tati Sumirah di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Meninggal di usia ke-68 tahun akibat kadar gula darah tinggi dan masalah pada paru-paru, Tati dikenal dikenal dengan kesuksesannya dalam mempersembahkan Piala Uber untuk pertama kalinya bagi Indonesia di tahun 1975.

Di masa mudanya, Tati bergabung dengan Klub Tangkas Jakarta pada tahun 1966. Kariernya disebut meroket setelah ia bergabung pada klub.

Bersama atlet-atlet lainnya, tim Indonesia berhasil menundukkan juara bertahan Jepang dengan skor 5-2 pada babak final Piala Uber di Istora Senayan. Dalam kategori tunggal putri, Tati menyumbangkan poin dengan berhasil menang melawan pebulu tangkis Jepang Atsuko Tokuda dengan skor 11-5 dan 11-2. Tak hanya itu, ia adalah satu-satunya pemain tunggal putri yang berhasil menyumbangkan poin untuk tim Indonesia.

Lima tahun setelahnya, Tati Sumirah berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Kejuaraan Dunia 1980.

Namun setelah pensiun, Tati cukup lama menghabiskan waktu sebagai kasir di sebuah apotek sebelum akhirnya pebulu tangkis Rudy Hartono memberikannya pekerjaan di perusahaan oli.

Dalam menyampaikan belasungkawa, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali diwakili oleh Sesmenpora Gatot Dewa Broto mengunjungi rumah duka.

"Saya pribadi dan mewakili keluarga besar Menpora mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah ibu Tati Sumirah. Beliau adalah salah satu legenda dan pahlawan bulu tangkis Indonesia. Banyak prestasi-prestasi besar yang dilahirkan oleh almarhumah Tati Sumirah untuk mengharumkan bangsa ini," ujar Sesmenpora usai mengantarkan almarhumah ke pemakaman.



Sumber: PR