Puan Dinilai Sosok Perempuan Pemimpin Berkomitmen pada Kebudayaan

Puan Dinilai Sosok Perempuan Pemimpin Berkomitmen pada Kebudayaan
Penganugerahan gelar kehormatan Doktor HC Undip kepada Ketua DPR Puan Maharani, Jumat (14/2/2020). ( Foto: Beritasatu.com / Primus Dorimulu )
Yustinus Paat / JAS Sabtu, 15 Februari 2020 | 09:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen menilai Ketua DPR Puan Maharani layak mendapatkan penganugerahan doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah atas kontribusinya di bidang kebudayaan dan pembangunan desa.

"Kontribusi besarnya di bidang kebudayaan, pemberdayaan masyarakat desa, juga penanganan konflik sosial menjadi bukti nyata. Ketika menjadi Menteri PMK, Puan Maharani mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa, dengan program nyata sekaligus dukungan kebijakan yang berkesinambungan," ujar Nabil kepada Beritasatu.com, Jumat (14/2/2020).

Nabil mengatakan pemberian gelar doktor honoris causa dari Undip kepada Puan telah melalui tahapan-tahapan prosedural akademik dan birokratik, melalui proses yang bisa divalidasi, serta telah direview beberapa profesor yang ahli di bidangnya. Pihak UNDIP menyampaikan bahwa, penganugerahan Dr (HC) kepada Puan Maharani merupakan pemberian gelar Dr (HC) yang ke 13, dalam sejarah kampus itu.

"Usulan pemberian anugrah akademik doktor honoris causa ini mempertimbangkan kontribusi Puan Maharani ketika menjabat sebagai Menteri PMK, terutama bagaimana konsistensi dan keberpihakan Mbak Puan atas regulasi pemberdayaan desa dan kemajuan budaya," kata Nabil.

"Di antaranya penyusunan UU Nomer 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Indonesia, juga produk hukum Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial," tutur Nabil menambahkan.

Saat ini, lanjut Nabil, Puan Maharani mendapat amanah sebagai Ketua DPR RI. Puan, kata dia, mampu mengonsolidasi antargolongan dan fraksi di DPR menjadi komunikasi yang harmonis sekaligus dinamis.

"Sebagai anggota DPR RI Komisi IX, saya merasakan betul bagaimana kualitas kepemimpinan Mbak Puan Maharani. Ia sosok yang telah teruji oleh waktu, melewati berbagai tantangan zaman dan perubahan periode kepemimpinan, rezim politik secara konfigurasi kekuasaan. Pengalaman panjang inilah yang menjadikan Mbak Puan Maharani sebagai sosok perempuan pemimpin Indonesia," pungkas Nabil.



Sumber: BeritaSatu.com