Universitas Bakrie Telah Terapkan Kampus Merdeka dalam Kegiatan Magang

Universitas Bakrie Telah Terapkan Kampus Merdeka dalam Kegiatan Magang
Rektor Universitas Bakrie, Sofie W Alisjahbana. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Maria Fatima Bona / RSAT Sabtu, 15 Februari 2020 | 10:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rektor Universitas Bakrie, Sofie W Alisjahbana mengatakan, sebelum adanya kebijakan Kampus Merdeka, Universitas Bakrie sejak awal telah menjadikan kegiatan magang mahasiswa sebagai bagian dari kurikulum. Bahkan, untuk menjamin kompetensi lulusan mereka memiliki program magang bersertifikat.

Sofie menyebutkan, kegiatan magang menjadi bagian dari penerapan metode experiential learning dalam perkuliahan yang merupakan salah satu strategis agar para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dimiliki, dan melakukan praktik langsung di dunia industri. Bahkan, kurikulum pembelajaran sebelum digunakan terlebih dahulu melibatkan pihak industri sebagai pengguna lulusan untuk melakukan evaluasi. Apakah kurikulum sesuai dengan kebutuhan industri atau tidak.

“Melalui metode tersebut, mahasiswa belajar tidak hanya mengandalkan tatap muka dalam kelas, namun juga integrasi dengan kegiatan magang dan praktik kerja di industri, melakukan riset bersama dosen, melakukan pengabdian masyarakat, maupun kegiatan lainnya yang bersifat terapan. Hal ini sejalan dengan metode experiential learning yang diterapkan dalam perkuliahan,” kata Sofie saat konferensi pers "Kick Off 10 Tahun Universitas Bakrie Bersama Samaragam" di Universitas Bakrie, Jakarta, Kamis (13/2/2020) petang.

Sofie menyebutkan, dalam metode experiential learning ini selain magang di industri, sudah mulai diajarkan dalam mata kuliah melalui project based. Pasalnya, metode experiential learning merupakan keunggulan strategis Universitas Bakrie. Di mana para mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang dimiliki dan melakukan praktik langsung.

“Metode experiential learning ini, agar mahasiswa siap magang dan tidak hanya sekadar membuat kopi ketika di lapangan. Selama perkulihan, selalu ada project based agar mahasiswa tidak kesulitan ketika magang. Jadi mahasiswa kami ini ketika magang ya betul-betul sesuai dengan ilmu yang dipelajari,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sofie menuturkan, pihaknya selalu memberi dukungan penuh kepada kreativitas mahasiswa dalam project based. Sebab, akan menjadi bekal kompetensi lulusan untuk berkiprah di masyarakat.

Dalam kesempatan itu Sofie juga menjelaskan, Festival Samaragam menandai peringatan 10 tahun Universitas Bakrie berdiri, ini juga masuk dalam bagain mata kuliah yang mahasiswa semester lima prodi komunikasi.

“Kegiatan ini menandakan bahwa kampus kami memberikan kesempatan luas kepada mahasiswa untuk menuangkan ide kreatifnya dalam sebuah kegiatan publik," terang Sofie.

Menurut dia, kegiatan seperti ini selaras dengan kebijkaan Kampus Merdeka ala Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang menginginkan perguruan tinggi memberikan ruang kebebasan bagi mahasiswa untuk berkreasi dan berinovasi. Pasalnya, Samaragam hadir untuk menjadi wadah bagi kreativitas bermusik anak muda sekaligus sarana belajar bagi mahasiswa Universitas Bakrie dalam berorganisasi dan mengelola sebuah even.

Sebagai informasi, Festival Samaragam akan dihelat pada 15 Februari di Plaza Festival Kuningan. Festival yang memiliki tajuk Bersama dalam Keberagaman dengan Hamoni akan menampilkan para musisi muda yang digandrungi milenial saat ini. Seperti Sal Priadi, Pamungkas, Feel Koplo, Hexgonia, Coldiac dan Reality Club.

Event Director Festival Samaragam Pandit Sumawinata mengatakan, pilihan mengelar fesitval musik ini, karena Universitas Bakrie menilai bahwa musik adalah bahasa komunikasi yang universal untuk menyatukan berbagai keberagaman di Tanah Air.

Dosen Ilmu Komunikasi ini menuturkan, para mahasiswa yang terjun langsung mengurusi festival ini juga akan mendapatkan nilai untuk ujian akhir. Selain itu, mahasiswa juga langsung mengetahui bagaimana rasanya bekerja sebagai event organizer.

“Melalui kegiatan seperti ini mereka terbiasa dan menjadi portofolio ketika melamar kerja di bidang yang mereka tekuni karena sudah berpengalaman mengurusi suatu even seperti festival Samaragam ini,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com