Nama-nama Prajurit yang Gugur dalam Kecelakaan Helikopter TNI di Papua

Nama-nama Prajurit yang Gugur dalam Kecelakaan Helikopter TNI di Papua
Proses evakuasi korban kecelakaan helikopter MI-17 saat tiba di Bandara Oksibil, Sabtu 15 Februari 2020. ( Foto: Ist )
Robert Isidorus / FMB Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:12 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw melihat langsung proses tibanya prajurit TNI AD yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan helikopter di Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Sabtu (15/2/2020)

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Papua mengatakan, mewakili pimpinan Polri serta Polda Papua mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya 12 prajurit TNI atas kecelakaan helikopter yang terjadi pada bulan Juni 2019 di sekitar Pegunungan Mandala Kabupaten Pegunungan Bintang. Kepada para keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tabah menghadapi segala cobaan yang diberikan.

“Kami mengapresiasi kepada para prajurit bahwa mereka telah melakukan yang terbaik selama bertugas di Papua semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima segala amal ibadah yang telah dibuat semasa hidupnya,” ujarnya kepada wartawan sabtu siang.

Pihak kepolisian akan membantu penuh segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan para korban maupun keluarga, mulai dari proses evakuasi sampai dengan identifikasi di RS Bhayangkara Jayapura.

“Selanjutnya para korban direncanakan akan diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing sambil menunggu proses keberangkatan yang dijadwalkan oleh pihak Kodam,”ujarnya.

Berikut inilah nama-nama parjurit TNI yang meninggal akibat kecelakaan helikopter

1.Kapten CPN Aris (pilot),

2.Letnan Satu CPN Bambang sebagai flight engineer (pilot),

3. Letnan Satu CPN Ahwar (kopilot),

4. Sersan Kepala Suriatna (T/I),

5. Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika),

6. Prajurit Kepala Dwi Purnomo (mekanik),

7. Prajurit Satu Asharul (mekanik),

Penumpang yang merupakan anggota Yonif 725/WRG:

8. Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu),

9. Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis),

10. Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM),

11. Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2),

12. Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4).

Diketahui Jumat tanggal 28 Juni 2019 telah diterima informasi dari Base Ops Lanud Silas Papare Sentani Jayapura sekitar pukul 14.00 WIT bahwa helikopter MI 17 milik TNI AD mengalami lost contact saat melaksanakan misi penerbangan dari bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura.

Helikopter tersebut sebelumnya melaksanakan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pos Okbibab sendiri merupakan salah satu pos yang berada di perbatasan RI-PNG yang hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat atau helikopter, dan dijadwalkan tiba di Bandara Sentani, Jayapura itu sekitar pukul 13.11 WIT.



Sumber: BeritaSatu.com