Para Tersangka Kasus Bullying Purworejo Tidak Ditahan

Para Tersangka Kasus Bullying Purworejo Tidak Ditahan
Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, saat jumpa pers usai menetapkan tiga pelaku bullying SMP Purworejo sebagai tersangka, Kamis (13/2/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / FMB Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:51 WIB

Purworejo, Beritasatu.com - Kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi SMP swasta di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo terus berlanjut. Polisi sudah menetapkan tiga tersangka yang dalam video viral melakukan penganiayaan terhadap korban CA.

Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, Sabtu (15/2/2020) mengatakan, kendati kasusnya berlanjut, namun ketiga tersangka, yakni TP, DF dan UH tidak ditahan.

Karena berdasarkan UU Sistem Pidana Peradilan Anak (UU SPPA), salah satu syarat dapat dilakukan penahanan adalah ancaman hukumannya tujuh tahun atau lebih.

Dikatakan, dalam kasus ini, penyidik memakai UU SPPA Pasal 76c yaitu tentang tindak kekerasan terhadap anak. Pidana yang disangkakan adalah Pasal 80 dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan.

"Dengan ancaman hukuman tersebut, jelas tersangka tidak boleh ditahan," ungkap Rizal.

Dalam kasus dan perkara yang melibatkan anak, baik anak berhadapan dengan hukum (saksi, korban) maupun anak berkonflik dengan hukum (tersangka), lanjut Rizal, penegak hukum menggunakan UU SPPA yang bersifat spesialis dari pada UU lain.

Para tersangka juga memiliki hak diversi, namun tergantung pihak korban apakah mau berdamai atau terus hingga tahap persidangan.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Ditambahkan, dalam KUHAP pun, ada syarat obyektif dan subyektif dalam melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Syarat obyektif adalah penahanan dilakukan pada tersangka yang diancam hukuman paling sedikit lima tahun atau terhadap pasal-pasal khusus. Syarat subyektif adalah apabila penyidik mempertimbangkan tersangka akan melahirkan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti," paparnya.

Ketiga tersangka kasus bullying Purworejo ini dianggap tidak mungkin melarikan diri karena orang tua tinggal di Kecamatan Butuh.

Penyidik telah menahan 1x24 jam saat menjalani penyidikan yang didampingi oleh pekerja sosial, penasihat hukum dan Balai Pemasyarakatan.

"Jadi sudah lengkap. Kami meminta masyarakat jangan asal berkomentar. Sebelum komentar, silakan baca UU SPPA terlebih dahulu," ujarnya.

Kapolres juga telah berkirim surat kepada kepala sekolah yang ditembuskan kepada Bupati Purworejo, agar sekolah memberikan sanksi tegas kepada para tersangka. 



Sumber: BeritaSatu.com