Endapan di Waduk Gajah Mungkur Setara Gedung 300 Meter

Endapan di Waduk Gajah Mungkur Setara Gedung 300 Meter
Sejumlah badut karakter tokoh kartun menunggu pengunjung untuk berfoto bersama di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Dwi Argo Santosa / DAS Sabtu, 15 Februari 2020 | 18:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sedimen yang masuk ke Waduk Gajah Mungkur, di Wonnogiri, Jateng, sebanyak 3,2 juta meter kubik per tahun. Agar lebih mudah membayangkan, volume sebanyak itu sama dengan gedung seluas lapangan bola dengan ketinggian 300 m!

Attau bila dihitung lebih detai, endapan yang membuat dangkal waduk itu dalam sehari rata-rata 8.767 meter kubik. Volume itu setara dengan 90 kontainer ukuran terbesar atau ukuran 45 feet. Selama ini tiga ukuran peti kemas yang lazim adalah 20 feet (38,3 m3), 40 feet (77 m3), dan 45 feet (96,8 m3).

Intinya, sedimentasi dalam tahap memprihatinkan. Menurut Jokowi, setiap tahun sedimen di waduk yang dibangn di era Suharto pada 1982 tersebut, dikeruk. Namun endapan kembali  muncul. "Karena hulunya enggak pernah diurus," ujar Jokowi seusai meninjau bibit di Kebun Bibit Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Seperti dilansir Humas Sekretariat Kabinet, inilah persoalan yang akan diurus pemerintah. 

“Ini yang mau kita urus. Tinggal nanti pohon-pohon ini, sengon-sengon empat bulan kita bagi-bagi kepada masyarakat,” tambahnya.

Tanaman tersebut, menurut Jokowi, selain memiliki manfaat dari sisi ekonomi juga dari berfungsi menjaga lingkungan yakni  merawat air yang ada di hulu.

“Tadi buah-buah durian ada, Sirsak ada, kelengkeng ada. Tapi yang paling penting ini, barang ini, ini, Vetiver. Jadi kombinasi antara sengon, antara ambisia dengan Vetiver,” ujar Jokowi.

Penempatan tanaman Vetiver, menurut Presiden, penting jika ditanam di tempat-tempat yang curam, tempat yang sudah longsor, di hulu yang fungsinya untuk mengikat tanahnya. “Kemarin sudah diminta oleh Gubernur Jawa Barat 50 juta vetiver karena di sana banyak longsor. Saya enggak tahu tadi Pak Gubernur Provinsi Jawa Tengah mau minta berapa atau mau buat sendiri lebih baik,” sambungnya.

Presiden sudah menekankan pada balai ata dinas terkait baik di  PU maupun Kehutanan agar memperbaiki kawasan hulu sehingga tidak setiap tahun harus mengeruk sedimen. “Kita sudah tahu kok titiknya berapa di placement area yang mana, semuanya kelihatan. Ya ini yang ditanam,” tutur Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan kali ini Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Mensesneg Pratikno, dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo.



Sumber: BeritaSatu.com