Mahfud: Anggota ISIS Susah Sembuh, Mudah Kumat
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-1.45)   |   COMPOSITE 6429.76 (-1.12)   |   DBX 1210.46 (11.83)   |   I-GRADE 190.638 (-1.17)   |   IDX30 545.485 (-1.22)   |   IDX80 146.318 (-0.03)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.36)   |   IDXESGL 150.48 (0.12)   |   IDXG30 147.901 (0.17)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.7)   |   IDXQ30 155.036 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.26)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.36)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-9.87)   |   Investor33 466.613 (-0.82)   |   ISSI 189.631 (-0.26)   |   JII 670.82 (-0.2)   |   JII70 234.975 (-0.29)   |   KOMPAS100 1301.99 (-1.72)   |   LQ45 1014.85 (-1.31)   |   MBX 1779.94 (-2.98)   |   MNC36 344.694 (-0.62)   |   PEFINDO25 341.155 (-3.37)   |   SMInfra18 331.858 (1.13)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-0.95)   |  

Mahfud: Anggota ISIS Susah Sembuh, Mudah Kumat

Sabtu, 15 Februari 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu alasan pemerintah menolak kepulangan eks warga negara Indonesia yang telah bergabung dengan kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) adalah karena meragukan itikad baik mereka untuk tidak melakukan aksi terorisme di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD dalam program Special Interview with Claudius Boekan di Beritasatu TV, Jumat (14/2/2020) malam.

"Kemungkinan untuk sembuh itu agak susah ya kalau sudah bergabung ke ISIS," kata Mahfud.

"Pertama, karena ISIS itu soal ideologi, dia hanya menganggap negara yang sah itu adalah khilafah. Yang kedua, kalau dia pulang sudah punya ideologi begitu, di tengah-tengah masyarakat dia pasti akan dihindari, dicibir dan dimusuhi. Atau orang menganggap dia tidak normal sehingga pasti akan kumat lagi sikap terorismenya itu," jelasnya.

Menurut Mahfud, sah-sah saja negara menggolongkan orang-orang ini sebagai kelompok berbahaya yang dilarang masuk ke Indonesia.

"Pertimbangan utamanya mereka sudah jelas membahayakan jika kembali, karena berdasarkan informasi resmi -- artinya lembaga internasional maupun lembaga kita sendiri -- mereka ini termasuk fighters atau combatants yang tergabung dengan ISIS, suatu organisasi yang oleh PBB sudah dinyatakan sebagai organisasi teroris yang berbahaya," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, konstitusi jelas menyebutkan bahwa tugas pemerintah adalah "melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia", sehingga pemerintah lebih mengedepankan keselamatan 267 juta rakyatnya daripada memikirkan hak 689 angota ISIS untuk kembali memiliki kewarganeraan Indonesia dan dterima pulang.

Baca juga: Moeldoko Tegaskan 689 Kombatan ISIS Berstatus Tanpa Negara

Namun demikian, pemerintah akan memberi pengecualian kepada anak yatim piatu yang berusia di bawah 10 tahun. Keputusan itu diambil oleh Presiden Joko Widodo yang telah berdiskusi dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam kunjungannya ke Canberra belum lama ini.

Australia juga menolak kepulangan warganya yang bergabung ke ISIS, tetapi membolehkan anak yatim piatu untuk kembali dan diserahkan kepada kerabat yang lain atau dipelihara oleh negara dengan menunjuk pengampu, kata Mahfud.

CIA
Mahfud kembali mengatakan data 689 mantan WNI yang menjadi anggota ISIS sebagian merupakan informasi dari lembaga intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) yang divalidasi dengan data milik lembaga-lembaga pemerintah Indonesia.

"Data dari CIA ada 846 tapi kan kita punya data sendiri dari BIN (Badan Intelijen Negara), Bais (Badan Intelijen Strategis) dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)," paparnya.

"Kita validasi dari 846 itu ternyata ada 157 yang dobel namanya, sehingga yang fixed 689, di mana yang 288 ada nama, tanggal lahir, alamat, siapa orang tuanya, di mana rumahnya. Sisanya 401 itu tidak jelas, ada namanya nggak ada rumahnya, ada alamatnya ngga ada namanya, dan seterusnya," kata Mahfud.

Komite Palang Merah Internasional atau ICRC juga memiliki data mantan WNI yang tergabung dengan ISIS.

"Ada lagi data dari ICRC, menyebut ada 185. Cuma ketika diminta nggak mau menyebut nama sehingga kita ragu apakah ini terpisah dari 689 ataukah juga sama orangnya, kita tidak tahu. Jadi kita abaikan itu dulu, fokus ke yang 689," kata Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Endapan di Waduk Gajah Mungkur Setara Gedung 300 Meter

Tiap tahun waduk harus dikeruk karena kawasan hulu sudah rusak.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Pramono Anung Ungkap Dua Menteri Andalan Presiden Jokowi

Pramono Anung menyebut dua menteri yang merupakan andalan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Selamatkan Gajahmungkur, Jokowi Tanam Vetiver di Kawasan Hulu Wonogiri

Semua jenis pohon boleh ditanam, namun Jokowi mengusulkan agar di lokasi rawan longsor ditanami tumbuhan akar wangi atau vetiver.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Para Tersangka Kasus Bullying Purworejo Tidak Ditahan

Tiga tersangka bullying Purworejo tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah 7 tahun.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Nama-nama Prajurit yang Gugur dalam Kecelakaan Helikopter TNI di Papua

Kapolda Papua mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya 12 prajurit TNI atas kecelakaan helikopter.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Kecelakaan Helikopter TNI di Papua, 11 Senjata Hilang

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengakui, ada 11 senjata api hilang dari lokasi kecelakaan helikopter TNI AD di Papua.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Hipmi Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel

Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Observasi WNI dari Wuhan Berakhir, Istana Ucapkan Terima Kasih ke Warga Natuna

Istana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah proses pemulangan dan karantina WNI dari Tiongkok.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Puan Sandang Gelar Doktor HC, Ketum Golkar: Selamat dan Ikut Bangga

Ketum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan penganugerahan doktor Honoris Causa kepada Puan Maharani sangat tepat, dan ikut merasa bangga.

NASIONAL | 15 Februari 2020

Universitas Bakrie Telah Terapkan Kampus Merdeka dalam Kegiatan Magang

Mahasiswa tidak hanya mengandalkan tatap muka dalam kelas, namun juga integrasi dengan kegiatan magang, dan praktik kerja di industri

NASIONAL | 15 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS