Mendagri Sebut Transaksi Non-Tunai Efektif Cegah Korupsi

Mendagri Sebut Transaksi Non-Tunai Efektif Cegah Korupsi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. ( Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putr )
Robertus Wardi / FER Minggu, 16 Februari 2020 | 19:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, penerapan sistem perbankan digital berupa cashless transaction atau transaksi non tunai efektif mencegah praktik korupsi. Oleh karena itu, penerapan transaksi non tunai diharapkan lebih masif lagi dilakukan di daerah-daerah.

"Sadar atau tidak, gerakan ini merupakan bagian dari gerakan anti korupsi. Kita telah membuat sistem yang membuat penyalahgunaan keuangan dapat diperkecil," kata Tito di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Mendagri Serahkan 105 Juta DP4 untuk Pilkada Serentak 2020

Mendagri meminta Pemerintah Daerah (Pemda) pro aktif menjalin kerja sama dengan perbankan di daerah masing-masing, baik Bank Pembangunan Daerah (BPD) maupun Bank Umum. Hal itu agar mempercepat dalam penerapan sistem transaksi non tunai.

Dengan sistem itu, kata Tito, Pemda diminta memanfaatkan inovasi perbankan dalam pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah. Tujuannya, untuk mewujudkan program pengamanan fiskal daerah dan inovasi dalam pelaksaaan belanja daerah untuk membiayai program dan kegiatan pemerintah daerah.

"Hampir separuh dari keuangan negara larinya ke daerah. Ini harus diawasi dan harus betul-betul tepat sasaran. Agar dana yang ditransfer ini dapat efektif dan efisien, salah satu kunci efektif dan efisien adalah mekanisme penggunaanya dan mekanisme pengawasannya melalui sistem transaksi non tunai," tegas Tito Karnavian.



Sumber: BeritaSatu.com