Identifikasi Korban Helikopter MI-17 Cepat karena Jenazah Mudah Dikenali

Identifikasi Korban Helikopter MI-17 Cepat karena Jenazah Mudah Dikenali
Kepala Kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel CKM Djanuar Fitriadi (kiri) dan Kabiddokes Polda Papua, Kombes Agustinus Mulyanto Hardi saat menjelaskan soal identifikasi korban kecelakaan Helikopter MI-17. ( Foto: Beritasatu Photo / Robert Isidorus )
Robert Isidorus / JAS Senin, 17 Februari 2020 | 07:29 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua bersama Kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih mengumumkan hasil identifikasi terhadap 12 korban helikopter MI-17 di Bidokkes Polda Papua pada Minggu (16/2/2020) malam. Kabiddokes Polda Papua, Kombes Agustinus Mulyanto Hardi, mengatakan, proses identifikasi korban dapat dilaksanakan dalam rentang waktu yang cepat karena kondisi jenazah yang mudah dikenali dan sejumlah properti yang masih melekat pada jasad korban.

"Proses identifikasi berlangsung cepat karena sejumlah properti milik korban masih melekat sehingga memudahkan kita melakukan identifikasi,” katanya.

Kabiddokes menambahkan, kedua belas jenazah berhasil diidentifikasi berdasarkan data primer, sekunder, dan menggunakan metode eksklusi. “Satu jenazah di identifikasi berdasarkan data primer gigi, empat jenazah teridentifikasi sekunder yakni properti dan catatan medis, dan satu jenazah teridentifikasi berdasarkan metode eksklusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesehatan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel CKM Djanuar Fitriadi mengungkapkan, proses pengumpulan ante mortem korban dilakukan sejak minggu lalu sehingga mempercepat proses identifikasi korban.

“Kenapa proses identifikasi ini begitu cepat? Karena pengumpulan data ante mortem sudah kami lakukan jauh hari yang dikomandoi oleh Kabiddokes untuk mengambil data dari seluruh keluarga korban dari daerah. Kemudian berdasarkan data itu kita lakukan identifikasi yang dilakukan pada hari ini,” jelasnya.

Bahkan kata Djanuar, pihaknya juga sudah mengambil data ante mortem berupa DNA keluarga untuk mengantisipasi apabila proses identifikasi mengalami hambatan.

“Pengambilan data ante mortem berupa DNA juga sudah kami lakukan jauh hari untuk mengantisipasi apabila identifikasi tidak bisa dilaksanakan dengan morfologi,” ujarnya.

Adapun ke-12 jenazah yang berhasil teridentifikasi terdiri dari 7 kru helikopter MI-17 yaitu, Kapten Cpn Aris Adik, Kapten Bambang Saputra, Lettu Ahwar Afandi, Serka Suriatna Wijaya Kusuma, Praka Dwi Purnomo, dan Pratu Asharul Mashudi. Sementara untuk lima personel Yonif 725/Woroagi adalah Sertu Dita Ilham, Serda Ikrar Satya Nainggolan, Pratu Yanurius Loe, Pratu Risno, Prada Sujono Kaimuddin, dan Prada Tegar Hadi.



Sumber: BeritaSatu.com