Cerita Almer Saat Diisolasi karena Virus Korona di Wuhan

Cerita Almer Saat Diisolasi karena Virus Korona di Wuhan
Seorang peserta observasi virus korona di Natuna, Almer Belmiro Putrawan, didamping ibunya Diana saat bercerita setelah kembali ke kediamannya di Bogor, Minggu, 16 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Senin, 17 Februari 2020 | 10:27 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Almer Belmiro Putrawan (18) kini boleh merasa lega setelah dua pekan mengikuti observasi virus korona di Natuna, Kepri usai kembali dari Wuhan, Tiongkok di mana epidemi virus Covid-19 berasal.

Saat menginjak kaki di Jakarta, Minggu (16/2/2020) sore, Almer mahasiswa tahun pertama di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, Tiongkok yang ditemui di kediamannya di Jalan Abimanyu, Bantarjati, Bogor Utara Kota Bogor, Minggu (16/2) mengutarakan rindu makan rendang.

"Pertama kali, kemarin makan nasi padang untuk cari rendang. Karena selama di Wuhan, saya juga pengen banget makan rendang," papar Almer.

Almer yang sudah berada di Wuhan sejak Septermber 2019 mengaku senang setelah dinyatakan negatif virus korona dan telah mendapatkan sertifikat pengakuan dari Kementerian Kesehatan.

Awalnya, lanjut Almer, dirinya cukup khawatir dengan berlakunya lockdown (isolasi) karena status darurat endemis virus korona yang dikeluarkan pemerintah Wuhan mulai 23 Januari lalu. Selama sepekan, ia bersama 12 mahasiswa Indonesia lainnya langsung membuat satu kelompok di asrama universitas.

"Selama itu, aktivitas di luar ruangan dibatasi. Kami ke luar hanya untuk membeli pasokan makanan persediaan beberapa hari dan suasana kota pun relatif sepi tidak ramai seperti hari biasanya," paparnya.

Selama keadaan darurat, melalui mentor kampus, Almer mengaku diminta lebih banyak berkegiatan yang banyak mengeluarkan keringat seperti olahraga. Almer pun meyakini dengan mengeluarkan keringat bisa menjaga suhu tubuh dan mencegah paparan virus masuk ke dalam tubuh.

"Selain itu, kami jarang sekali makan daging dan lebih banyak makan sayuran. Untuk olahraga yang mengeluarkan keringat aktivitas di base kami main tenis meja. Kami pun setiap dua hari sekali diukur suhu tubuh oleh mentor kampus," katanya.

Hingga saat ini, Almer belum mengetahui kapan kembali ke Wuhan untuk melanjutkan studinya. Pun demikian, untuk kegiatan akademik pihak kampus mewajibkan mahasiswanya belajar kelas jarak jauh melalui internet yang dilakukan pagi, Senin hingga Jumat.

"Yang saya rindu aktivitas perkuliahan dan di kampus kami ini banyak sekali orang Indonesia. Setiap jalan di kampus pasti bertemu orang Indonesia," tambah Almer.



Sumber: BeritaSatu.com