BNN Tangkap Bandar Sabu 35 Kg Jaringan Internasional

BNN Tangkap Bandar Sabu 35 Kg Jaringan Internasional
Ilustrasi sabu-sabu (ant)
Arnold H Sianturi / WBP Senin, 17 Februari 2020 | 11:46 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) meringkus sembilan anggota sindikat narkoba jaringan internasional dari penangkapan di Aceh dan Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut). Salah seorang dari sindikat itu tewas setelah mobil yang dikendarainya menabrak pohon.

Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 33,9 kilogram (kg) dan 2.000 butir pil ekstasi. Jumlah tersangka itu meliputi, lima orang tersangka dengan barang bukti sabu 18,9 kilogram ditangkap di Aceh dan empat tersangka dengan barang bukti sabu seberat 15 kg diringkus di Tanjung Balai.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Irjen Pol Arman Depari melalui siaran persnya yang diterima SP, Minggu (16/2/2020) malam, menyampaikan, operasi penangkapan terhadap sindikat narkoba jaringan Malaysia, Aceh dan Sumut tersebut, dilaksanakan petugas sejak, Kamis (14/2/2020). Penangkapan pertama di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

"Narkoba ini dipasok oleh sindikat narkoba ini dari Malaysia dengan menggunakan jalur laut. Petugas kita langsung turun melakukan penyergapan ketika mendapatkan laporan penyelundupan narkoba tersebut. Ada lima orang yang ditangkap dengan barang bukti 18,9 kg sabu. Dalam pengembangan dilakukan ke Tanjung Balai. Petugas menangkap empat tersangka dengan barang bukti 15 kg sabu - sabu," katanya.

Untuk tersangka yang tewas akibat kecelakaan karena mobil yang dikendarai menabrak sebuah pohon besar, diketahui bernama Aflah. Tersangka ini melarikan diri bersama istrinya saat ditangkap. Petugas sempat melepaskan tembakan dan melukai istri tersangka. Setelah kecelakaan itu, tersangka bersama istrinya dilarikan ke rumah sakit. Namun, Aflah akhirnya tewas.

“Mereka sempat hendak menabrak petugas. Tersangka bisa dihentikan setelah mobil yang mereka kendarai terlibat benturan keras. Aflah mengalami luka di bagian kepala akibat benturan. Sedangkan istrinya terkena tembakan di bagian punggung. Pengungkapan kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut," sebut Arman Depari.



Sumber: BeritaSatu.com