Sensus Penduduk 2020, Menuju Satu Data Kependudukan

Sensus Penduduk 2020, Menuju Satu Data Kependudukan
Ilustrasi sensus penduduk "online". (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Herman / JAS Senin, 17 Februari 2020 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sejak 15 Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) telah memulai kegiatan Sensus Penduduk 2020 secara online. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2020.

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, sensus secara online ini menjadi salah satu terobosan di Sensus Penduduk 2020. BPS menyadari bahwa mobilitas masyarakat sangat tinggi, sehingga perlu disediakan cara yang lebih memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi, yaitu melalui sistem online.

“Sensus penduduk online ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kita semua punya tanggungjawab untuk sadar administrasi. Selama dua hari, sudah lebih dari 500.000 penduduk yang melakukan sensus online,” kata Suhariyanto, di gedung BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Untuk yang tidak sempat melakukan sensus online atau ada keterbatasan dalam mengakses internet, BPS juga akan melakukan sensus secara offline atau door to door (didatangi dari rumah ke rumah). Dijelaskan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono, kegiatan sensus offline ini akan dimulai pada 1 hingga 31 Juli 2020.

Tata cara mengisi Sensus Penduduk Online.

“Untuk yang belum sempat melakukan sensus online, nantinya akan didata oleh petugas untuk mengikuti sensus door to door, sehingga tidak ada yang sampai terlewat,” kata Margo Yuwono.

Menurutnya, sensus Penduduk 2020 ini juga merupakan upaya Indonesia untuk menuju satu data kependudukan, demi mencapai Indonesia maju.

“Kita menggunakan metode kombinasi, menggunakan data dasar dari Dukcapil untuk dasar sensus. Sehingga kita sudah punya informasi awal dari data Dukcapil, kemudian nantinya akan kita verifikasi di lapangan. Jadi ke depan kita punya satu data kependudukan, tidak ada lagi data sensus atau data Dukcapil karena semuanya terintegrasi,” kata Margo.

Baca juga: Sensus Penduduk Online Berlangsung hingga 31 Maret 2020

Sensus Penduduk 2020 ini menurutnya sangat penting agar Indonesia mendapatkan data yang jelas mengenai jumlah penduduk, sebaran, hingga karakteristiknya.

“Melalui Sensus Penduduk, kita juga ingin mendapatkan parameter demografi seperti fertilitas, migrasi, dan sebagainya. Gunanya untuk proyeksi penduduk, memperkirakan profil kependudukan di masa mendatang, sehingga segala sesuatu yang akan terjadi bisa dipersiapkan dari sekarang. Misalkan proyeksi sementara di tahun 2045 jumlah penduduk kita 319 juta. Dari data itu kita harus berpikir berapa pangan yang harus disiapkan, sarana pendidikan, dan juga sarana kesehatannya, supaya terus ada perbaikan,” kata Margo.

Ia juga menjamin tidak akan ada penyelewenagan data dari data-data yang telah dimasukkan oleh masyarakat dalam sensus penduduk.

Baca juga: Presiden Tegaskan Pentingnya Sensus Penduduk 2020

“Masyarakat tidak perlu khawatir, setiap data yang diberikan baik online maupun oleh petugas akan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang. Pada saat akses online, masyarakat juga diminta untuk membuat password. Jadi yang tahu hanya mereka dan BPS saja. Kemudian website kita juga sudah diasesmen oleh BSSN dan dikategorikan aman. Diasesmen juga oleh BPS Australia. Kemudian pakar kemanan siber dari ITB juga sudah melakukan pengecekan dan dinyatakan aman,” kata Margo.



Sumber: BeritaSatu.com