Moeldoko: Kartu Prakerja Diluncurkan Bulan April 2020

Moeldoko: Kartu Prakerja Diluncurkan Bulan April 2020
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto: Beritasatu TV)
/ CAH Selasa, 18 Februari 2020 | 11:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan Kartu Prakerja ditargetkan akan diluncurkan pada April 2020. Rencananya dimulai dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Kami awali dari Jabodetabek, setelah itu kami segera dapat feedback. Dari feedback itu kami segera benahi terus langsung masuk ke daerah lain," katanya ketika menghadiri seminar publik terkait Kartu Pra Kerja di Jakarta, Selasa.

Selain Jabodetabek, peluncuran kartu sakti itu juga akan dimulai di Provinsi Jawa Barat.

Ia menyebutkan alasan dimulainya peluncuran itu di Jabodetabek dan Jawa Barat karena jumlah pencari kerja yang besar di wilayah tersebut.

Presiden Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Gaji Pengangguran

Setelah mencermati dan mengevaluasi, peluncuran Kartu Prakerja tersebut rencananya akan dikembangkan ke daerah lain di Pulau Jawa terlebih dahulu di antaranya Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Perkembangannya cepet, Jabodetabek dan Jabar dulu pertama, setelah itu langsung menyebar," katanya.

Ia menambahkan implementasi Kartu Pra Kerja juga tidak menunggu pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di DPR namun tinggal menantikan peraturan presiden.

"Secepatnya, ini Februari segera turun Perpres, Maret persiapan dan April mulai jalan," imbuhnya.

Meski begitu, Moeldoko mengaku pemerintah belum bisa menjamin sasaran peserta program Kartu Prakerja yang mencapai dua juta orang itu seluruhnya langsung terserap di dunia kerja.

Pemerintah, kata dia, tidak bisa mengendalikan pasar tenaga kerja.

Menaker: Harapan Terhadap Kartu Prakerja Sangat Besar

Namun, lanjut dia, pemerintah ingin memastikan para pencari kerja itu memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia usaha sehingga menjadi bekal mereka terserap dunia kerja atau justru menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah menargetkan sebanyak dua juta peserta Kartu Prakerja dengan manfaat yang diterima akan memperoleh pelatihan senilai Rp 3 juta-7 juta dari total anggaran Rp 10 triliun seluruhnya pada 2020.



Sumber: ANTARA