RUU Cipta Kerja Harus Perhatikan Nasib Pekerja

RUU Cipta Kerja Harus Perhatikan Nasib Pekerja
Ilustrasi pekerja pabrik garmen. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Selasa, 18 Februari 2020 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) diharapkan dapat berpihak kepada seluruh pemangku kepentingan dalam ketenagakerjaan. Mulai dari pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Moeldoko: Kartu Prakerja Diluncurkan Bulan April 2020

"Kita harapkan investasi meningkat, ekonomi bertumbuh, tapi tetap nasib pekerja diperhatikan,” kata Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fauzi, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Intan optimistis RUU Cipta Kerja tidak akan mengabaikan ketiga pihak dimaksud, khususnya kalangan kelas pekerja. "Sikap politik PAN sangat jelas, yaitu RUU Ciptaker benar-benar harus menggambarkan pemihakan kepada nasib rakyat Indonesia," tegas Intan.

Menurut Intan, RUU Cipta Kerja akan mengatur berbagai dimensi agar melahirkan kesempatan kerja. Oleh karena itu, pembahasannya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. "Kepentingan hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja, sepatutnya diselaraskan," ujar Intan.

RUU Cipta Kerja Magnet bagi Investor Asing

Intan menuturkan, terdapat 22 pasal yang secara khusus memang mengatur tentang hubungan pengusaha dan pekerja. “Di Bab IV yang mengatur ketenagakerjaan mengatur secara detil hak dan kewajiban kedua belah pihak," ujar Intan.



Sumber: BeritaSatu.com