Ini Pengakuan Andi Taswin soal Uang untuk Mantan Dirkeu PT AP II

Ini Pengakuan Andi Taswin soal Uang untuk Mantan Dirkeu PT AP II
Terdakwa kasus suap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andi Taswin Nur berjalan usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 2 Januari 2020. ( Foto: ANTARA FOTO / Aditya Pradana Putra )
Fana Suparman / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 20:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Terpidana kasus pengadaan dan pemasangan Semi-Baggage Handling System (BHS) Andi Taswin Nur mengungkap mengenai uang dari mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Darman Mappangara yang diberikannya kepada mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Dirkeu PT AP II), Andra Y Agussalam. Andi mengaku Darman pernah mempertemukan dia dengan Andra di salah satu rumah makan di pusat perbelanjaan kawasan Senayan pada Maret 2019.

"Saya pertama kali kenal Pak Andra pada bulan Mei 2019. Pada saat itu bulan puasa. (Dikenalkan) oleh Pak Darman. Saya, Pak Darman dan ada Pak Andra. Itu pertama kali saya mengenal beliau dan pertama kali ketemu beliau," kata Andi Taswin saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap proyek BHS dengan terdakwa Andra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Khaerudin mempertanyakan pembicaraan dalam pertemuan itu.
"Inti pembicaraan?" tanya Khaerudin kepada Andi Taswin.

Menjawab pertanyaan Jaksa, Andi Taswin menjelaskan Andra dan Darman mempunyai urusan utang-piutang. "Pada saat itu saya diperkenalkan oleh Pak Darman sebagai teman. Beliau menyampaikan ini (Andra Y Agussalam) yang akan membantu utang- piutang," jawab Andi Taswin.

Setelah itu, Jaksa KPK menanyakan soal komunikasi antara Andi Taswin dengan Endang, sopir Andra Y Agussalam.

"Apakah saudara pernah berkomunikasi dengan saudara Endang di tanggal 24 mei 2019?" tanya Jaksa.

"Pernah. Saya diminta oleh Pak Darman. Beliau waktu itu saya diminta untuk menghubungi Pak Endang terkait pemberian dana untuk pembayaran utang. Jadi setelah saya ketemu Pak Andra, saya ketemu untuk pembayaran," ujarnya.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK, Darman Mappangara menyuap Andra Y Agussalam senilai USD 71.000 dan SGD 96.700 secara bertahap pada Juli 2019. Dalam pemberian pertama, uang sebesar USD 53.000 diberikan di mal Plaza Senayan, Jakarta pada 26 Juli 2019.

Kemudian, Taswin kembali memberikan uang kepada Andra USD 18.000 di lobi Mal Lotte Avenue Kuningan, Jakarta, pada 27 Juli 2019. Sebelum serah terima, uang USD 18.000 itu ditukarkan di tempat penukaran valas di PT Ratumas Valasindo dengan uang sejumlah Rp 253,62 juta.

Terakhir, Taswin kembali menyerahkan uang yang diterima sopir Andra, Endang Suherman sejumlah SGD 96.700. Penyerahan itu dilakukan di lobi center Mal Casablanca, Jakarta, pada 31 Juli 2019.

Andi Taswin menyebut Darman kerap kali meminta bantuannya untuk mencarikan pinjaman uang.

"Pak Darman seringkali bilang ke saya coba carikan saya uang karena kita butuh. Seringkali Pak Darman mengeluh meminta," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Andra Y Agussalam, Pahrozie sempat menanyakan kepada Andi soal pertemuan dengan kliennya pada Maret 2019. Pertanyaan ini untuk memastikan adanya kaitan pertemuan tersebut dengan proyek BHS.

"Di situ Pak Andra menyampaikan bahwa sudah cukup waktu untuk Pak Darman membayar sisa utang-utangnya karena sudah cukup lama Pak Darman delay dalam pembayaran utang-utangnya. Tidak ada (pembahasan proyek semi BHS)," jawab Andi Taswin.

Diketahui, Andi Taswin divonis 1 tahun 4 bulan pidana penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Andi dinyatakan bersalah telah menyuap Andra sebesar USD 71.000 dan SGD 96.700.

Perbuatan itu dilakukan Andi Taswin bersama-sama dengan Darman Mappangara selaku Direktur Utama PT Inti.

Uang itu diberikan agar PT Inti menjadi pelaksana pekerjaan pengadaan dan pemasangan Semi BHS di Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) antara PT Angkasa Pura Propertindo (APP) dan PT Inti.



Sumber: BeritaSatu.com