Bappenas Tegaskan Banjir Bukan di Ibu Kota Baru

Bappenas Tegaskan Banjir Bukan di Ibu Kota Baru
Lahan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 19 Februari 2020 | 20:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menegaskan banjir yang terjadi di Desa Bukit Subur, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur bukan berada di lokasi Ibu Kota baru.

Enggak, enggak. Persisnya enggak di tempat itu. Bukan, bukan, iya (masih jauh),” kata Suharso Monoarfa di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Diakuinya memang lokasi Ibu Kota baru tersebut termasuk daerah landai air, tetapi dipastikan tidak akan terkena banjir. “Memang daerah landai air, tetapi kita sudah perhitungkan yang ada,” ujar Suharso Monoarfa.

Bahkan, lanjut Suharso Monoarfa, pemerintah telah memiliki peta banjir di lokasi Ibu Kota baru untuk mengantisipasi banjir dengan siklus 50 hingga 100 tahunan.

“Malah kita punya peta banjir 100 tahunan, 50 tahunan yang sebelum-belumnya. Kita tahu persis keadaan di sana,” tegasnya.

Seperti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah terjadi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara pada Selasa (18/2/2020). Banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas yang cukup tinggi pada malam hingga pagi hari.

Ditambah kondisi pasang surut air laut mencapai ketinggian muka air mencapai sekitar 0,8 – 1,9 meter. Banjir juga berdampak kepada 115 kepala keluarga atau 379 jiwa di daerah tersebut. BNPB mencatat ada 30 kejadian banjir di Kabupaten Penajam Paser Utara selama 2010-2019.



Sumber: BeritaSatu.com