Ini Dua Opsi Pemulangan WNI dari Kapal Diamond Princess

Ini Dua Opsi Pemulangan WNI dari Kapal Diamond Princess
Kapal pesiar Diamond Princess. ( Foto: ANTARA )
Dina Manafe / CAH Kamis, 20 Februari 2020 | 13:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah sedang mematangkan rencana untuk menjemput 74 warga negara Indonesia (WNI) di Jepang. WNI yang merupakan anak buah kapal pesiar Diamond Princess tersebut saat ini masih dalam masa karantina oleh otoritas Jepang. Salah satu opsi pemulangan WNI tersebut adalah dijemput dengan KRI dr Soeharso, kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut.

Hal ini diungkap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai menggelar rapat tingkat menteri terkait pemulangan 74 WNI tersebut di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

“Opsi pertama akan kita jemput dengan kapal Dokter Soeharso dari TNI, kapal rumah sakit. Dengan kita sudah hitung beberapa kemungkinan. Kelemahan dan keuntungannya,” kata Muhadjir.

Pemerintah Pastikan Jemput WNI dari Kapal Pesiar Diamond Princess

Opsi kedua, kata Muhadjir, akan dijemput dengan pesawat. Tetapi semua ini masih opsi. Pemerintah masih menghitung dan mempertimbangkan kerugian maupun keuntungan dari opsi tersebut. Apabila dijemput dengan pesawat, dipertimbangkan apa hambatan maupun segi efisiensinya. Demikian pula dengan kapal laut.

Secara detail dan keputusan akhir masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo. Siang ini Menko PMK bersama menteri terkait lain menghadap Presiden untuk membahas masalah ini. Yang pasti kata Muhadjir, pemerintah sudah komitmen untuk sesegera mungkin menjemput WNI tersebut.

“Ada beberapa opsi, dan opsinya masih akan kita konsultasikan dengan Presiden, menunggu putusan presiden. Intinya pemerintah punya komitmen kuat untuk mengevakuasi mereka sesegera mungkin,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, saat ini ada 74 anak buah kapal WNI ada di kapal pesiar Diamond Princess. Mereka menjalani masa observasi oleh otoritas Jepang untuk memastikan mereka tidak tertular novel coronavirus atau Covid-19. Jumlah WNI yang ada di kapal itu adalah 78 orang, di mana empat di antaranya sudah dinyatakan positif Covid-19.

Mereka yang sakit sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit oleh otoritas Jepang. Yang sakit tidak boleh dipulangkan karena harus mendapatkan perawatan hingga sembuh. Sementara 74 lainnya dalam kondisi sehat. Mereka inilah yang akan dijemput karena hari ini adalah hari terakhir masa observasi kesehatan selama 14 hari.

75 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Masih Dikarantina

Soal prosedur pemulangannya, kata Muhadjir, sesuai dengan standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mengacu pada standar WNO, maka mereka yang datang dari daerah terjangkit virus harus menjalani masa observasi selama 14 hari untuk memastikan mereka sehat atau tidak tertular Covid-19. Tetapi apakah mereka akan kembali dilakukan observasi kesehatan seperti yang dilakukan terhadap 237 WNI yang dipulangkan dari Provinsi Hubei, Tiongkok, masih dalam pembahasan dengan Presiden.

“Belum pasti (apakah juga observasi kesehatan di Natuna). Nanti kalau sudah dapat petunjuk dari Presiden akan kami beritahu lebih lengkap,” kata Muhadjir.

Lebih lanjut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan semua opsi sudah siapkan. Tetapi untuk keputusannya masih menunggu keputusan Presiden siang ini. Menkes tidak ingin mendahului keputusan Presiden.

“Ya semua disiapkan. Sampai opsinya diputuskan oleh bapak Presiden. Jangan mendahului lah,” kata Menkes. 



Sumber: BeritaSatu.com