Penerapan Teknologi Pangkas Disparitas Dunia Pendidikan

Penerapan Teknologi Pangkas Disparitas Dunia Pendidikan
Seminar nasional bertema "Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (20/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 20 Februari 2020 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan (edutech) memungkinkan guru, sekolah dan orang tua untuk mengenali karakter siswa secara lebih mendalam. Teknologi juga bisa membantu peran mereka dalam memberikan materi pembelajaran yang lebih mudah diserap dan dipahami siswa.

Anggaran Pendidikan DKI Naik Rp 2 Triliun

Hal itu terungkap dalam acara seminar nasional bertema "Tren Edutech 2020: Menuju Indonesia Maju" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

CEO Telset, Nurhamzah, mengatakan, seminar nasional ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memetakan persoalan-persoalan pendidikan dan bagaimana teknologi bisa memberikan solusi. Kedua, memetakan arah pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

"Ketiga, merumuskan langkah untuk mengakselerasi implementasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia,” jelas Nurhamzah.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hamzah ini mengungkapkan, teknologi bisa berperan dan mengubah dunia pendidikan secara positif.

"Saya percaya teknologi bisa meng-amplify dunia pendidikan seperti halnya teknologi meng-amplify industri finansial, transportasi dan seluruh ekosistem di dalamnya," kata Hamzah.

Peran Guru Masa Kini di Era Industri 4.0

Sementara itu, founder Kelas Pintar, Fernando Uffie, mengatakan, teknologi hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pasalnya, keberadaan teknologi memberikan kemudahan kepada guru dan tenaga pengajar untuk men-deliver materi kepada siswa.

"Lebih dari itu, teknologi juga bisa digunakan untuk memprediksi tingkat keberhasilan siswa. Sehingga, pendidikan berkualitas merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan membawa lndonesia unggul,” jelas Fernando Uffie.

Menurut Uffie, dengan lebih dari 300.000 sekolah dan 50 juta siswa yang tersebar di seluruh Indonesia, akses pendidikan berkualitas masih menjadi sesuatu yang 'mahal' di Indonesia. Terlebih, disparitas dunia pendidikan masih sangat lebar.

"Belum lagi jika bicara mengenai kesenjangan infrastruktur, tenaga pengajar, hingga akses terhadap literasi yang hingga saat ini masih menjadi kendala. Untuk itu, teknologi perlu dihadirkan dalam dunia pendidikan,” tandas Uffie.



Sumber: BeritaSatu.com