Olimpiade, Akankah Angkat Besi Jadi Cabor Andalan Indonesia?

Olimpiade, Akankah Angkat Besi Jadi Cabor Andalan Indonesia?
Menpora Zainudin Amali bersama atlet-atlet angkat besi junior di Kantor Menpora, Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto: BeritaSatu / Jayanty Nada Shofa)
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 20 Februari 2020 | 22:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gemilang prestasi cabor angkat besi semakin bersinar. Terus menorehkan prestasi di kancah internasional bahkan memecahkan rekor dunia, semakin besar pula harapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam menjadikan angkat besi sebagai cabor unggulan khususnya dalam menghadapi Olimpiade.

Hal ini diungkapkan oleh Menpora ketika memberikan penghargaan beasiswa sebesar Rp 360 juta kepada atlet angkat muda junior usai bersaing di ajang Kejuaraan Junior dan Remaja Asia 2020 di Uzbekistan, di Gedung Menpora, Kamis (20/2/2020). Berhasil membina atlet-atlet muda ini, masing-masing pelatih turut mendapatkan bonus sebesar Rp 30 juta.

"Angkat besi adalah salah satu cabor yang kami harapkan. Sebab, mereka konsisten dalam menyumbangkan prestasi hingga memecahkan rekor dunia," ujar Menpora.

Di saat yang sama, Zainudin menambahkan prestasi dapat diraih dengan adanya pencetakan bibit-bibit atlet yang berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan terus membina dan meningkatkan daya saing para atlet muda Tanah Air.

"Pemberian apresiasi dari pemerintah kepada atlet-atlet junior kita sebagai pelapis bagi atlet senior untuk cabor angkat besi. Kami berharap nantinya dari atlet-atlet ini dapat mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, Paris 2024 hingga seterusnya," ujar Zainudin.

Adapun salah satu atlet yang hadir dengan tiga medali emas, Windy Cantika Aisah, merupakan atlet muda yang berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 pada kelas 49 kg. Menyusul jejak seniornya Eko Yuli Irawan, Windy menyatakan akan berlatih semaksimal mungkin untuk perhelatan Olimpiade pada Juli mendatang.

"Saya akan berlatih dan disiplin semaksimal mungkin untuk Olimpiade nanti. Menurut saya, kompetisi terberat adalah Cina, Korea Utara, India dan Amerika," ujar Windy usai acara.



Sumber: BeritaSatu.com