Jokowi Resmikan MTsN 3 Pekanbaru Setelah Direnovasi

Jokowi Resmikan MTsN 3 Pekanbaru Setelah Direnovasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan MTsN 3 Pekanbaru yang telah selesai direnovasi oleh Kempura, Jumat, 21 Februari 2020. ( Foto: Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / Novy Lumanauw / JAS Jumat, 21 Februari 2020 | 08:52 WIB

Pekanbaru, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pekanbaru, Riau setelah direhabilitasi dan direnovasi pada Jumat (21/2/2020). Sekolah tersebut direnovasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) pada 2019 dengan anggaran sekitar Rp 13 miliar.

Presiden tiba di tempat acara sekitar pukul 07.30 WIB. Turut hadir mendampingi Presiden adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menpupera Basuki Hadimuljono.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memohon rahmat serta rida Allah SWT, pada pagi hari ini saya resmikan rehabilitasi dan renovasi total Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pekanbaru, Riau," kata Presiden Jokowi saat meresmikan MTsN 3 Pekanbaru.

Setelah meresmikan, Presiden berkeliling meninjau MTsN 3 Pekanbaru sambil beberapa kali menerima permintaan berswafoto dari para siswa dan siswi MTsN 3 Pekanbaru. Di sekolah tersebut tercatat ada 1.011 murid.

Sebelumnya, Menpupera Basuki Hadilmuljono menyampaikan, total ada 1.600 sekolah yang direnovasi oleh Kempupera pada 2019, termasuk MTsN 3 Pekanbaru, dengan anggaran total Rp 6 triliun.

"Kami dapat tugas untuk meneruskan rehabilitasi sekolah yang belum selesai dilakukan dahulunya. Total di Indonesia 1.600-an dan di Riau 164 kompleks sekolah. Saya kira ini bagus secara umum, tapi mungkin ada beberapa yang harus diperbaiki lagi makanya perlunya pengawasan itu," ujar Basuki di Pekanbaru, Kamis (20/2/2020).

Menurut dia, standar renovasi sekolah yang dilakukan pihaknya minimal harus menyediakan lapangan olah raga, toilet yang baik, dan tempat cuci tangan yang memadai.

"Toiletnya di MTsN 3 Pekanbaru ini lebih baik. Airnya bagus. Saya kira mudah-mudahan standar ini bisa diteruskan. Bisa dinilai skornya 8," terang Basuki.



Sumber: BeritaSatu.com