Raker Komisi X DPR-Menpora Bahas RUU SKN hingga Olimpiade

Raker Komisi X DPR-Menpora Bahas RUU SKN hingga Olimpiade
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR di Jakarta, Rabu (19/2/2020). ( Foto: kemenpora.go.id )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 21 Februari 2020 | 10:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Dalam raker ini, beberapa program olahraga prioritas disorot seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik GOR TA 2020, Revisi RUU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) hingga persiapan menuju Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang.

"Ada tiga agenda yang dibahas pada raker kali ini yakni tentang GOR DAK Tipe B yang sudah disepakati saat pembahasan anggaran 2019 lalu di 29 kabupaten/kota yang mendapatkan dengan total anggaran Rp 450 miliar," ujar Zainudin.

Di kesempatan yang sama, Menpora menyatakan revisi ini berharap dapat masuk ke program legislasi (Prolegnas) prioritas 2020. Sebab, revisi ini diperlukan untuk mendukung prestasi olahraga Tanah Air.

 "Terkait UU SKN akan kita revisi dan masuk dalam Prolegnas dan kita persiapkan diperkirakan masa sidang depan akan dimulai melakukan pembahasan dengan Komisi X," urai Menpora.

Ia menambahkan, persiapan Indonesia menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 kini semakin matang dengan adanya empat cabor yang telah lolos kualifikasi. Saat ini, masih terdapat pula cabor juga mengikuti kualifikasi.

"Saat ini, telah ada empat cabor yang lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo yakni atletik (Lalu M. Zohri), Panahan (Riau Ega Agatha, Diananda Choirunisa), Menembak (Vidia Rafika) dan Angkat Besi (Eko Yuli Irawan), Indonesia akan mengikuti 15 cabor Olimpiade Tokyo 2020 dengan kuota 30 atlet," jelasnya.

Windy Cantika Aisah, atlet junior angkat besi di kelas 49 kg, juga telah lolos kualifikasi ke Olimpiade Tokyo 2020.

Adapun anggota Komisi X DPR yang hadir meminta agar Menpora untuk fokus pada pengembangan cabor unggulan agar lebih fokus meraih medali. Ia pun diharapkan pengembangan fasilitas olahraga induk yang berjenjang hingga tingkat olimpiade dengan sports science technology.

"Komisi X DPR RI juga mendukung pemerintah, KONI-KOI dalam upaya memasukkan cabor unggulan khususnya pencak silat dalam kategori olahraga ekhibisi pada Olimpiade 2024 atau 2028 dan meminta pemerintah menyusun peta jalan olahraga prestasi maupun infrastruktur olahraga berstandar internasional dalam rangka persiapan tuan rumah Olimpiade 2032," ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.



Sumber: PR