Jambi Targetkan Peningkatan 191 Desa Mandiri Melalui Dana Desa

Jambi Targetkan Peningkatan 191 Desa Mandiri Melalui Dana Desa
Ilustrasi dana desa. ( Foto: Beritasatu.com )
Radesman Saragih / JEM Jumat, 21 Februari 2020 | 14:07 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Provinsi Jambi berupaya meningkatkan 191 desa mandiri dengan memaksimalkan penggunaan dana desa (DD). Karena itu penyaluran dan penggunaan DD di daerah itu tahun ini dipercepat. Selain itu, pengelolaan DD di daerah tersebut juga akan diawasi lebih ketat agar benar-benar dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, pembangunan sarana dan prasarana perekonomian desa.

Hal tersebut dikatakan Asisten I (Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat) Provinsi Jambi, Apani pada Rapat Kerja (Raker) Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa 2020 di Provinsi Jambi Apani Saharudin, di Balairung Kampus Pinang Masak Universitas Jambi (Unja), Mendalo, Kabupaten Muarojambi,provinsi Jambi, Kamis (20/2/2020). Rakor tersebut dihadiri jajaran pemerintah kabupaten dan 1.400 kepala desa se-Provinsi Jambi.

Menurut Apani Saharudin, Pemerintah Pusat telah memberikan dukungan finansial untuk pembangunan desa mandiri di Jambi berupa DD. Total DD yang dikucurkan Pemerintah Pusat untuk 1.299 desa di Provinsi Jambi tahun ini mencapai Rp. 1,22 triliun.

“Setiap desa mendapatkan alokasi DDD sebesar Rp 800 juta. DD tersebut akan dimanfaatka semaksimal mungkin mengurangai 191 desa tertinggal di Provinsi Jambi. Ratusan desa tertinggal tersebut diharapkan sudah bisa menjadi desa mandiri tahun ini melalui bantuan DD,”katanya.

Dikatakan, selain mendapatkan DD dari Pemerintah Pusat setiap desa dan kelurahan di Provinsi Jambi juga mendapatkan bantuan dari Pemprov Jambi Rp60 juta/desda dan kelurahan. Bantuan tersebut sudah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Provinsi Jambi No 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum Bantuan Keuangan Provinsi ke Desa dan Kelurahan dalam Provinsi Jambi.

Dikatakan, untuk memaksimalkan penggunaan DD di daerah itu, Pemprov Jambi akan meningkatkan pembinaan dan pelatihan pengelolaan DD terhadap aparat pemerintahan desa se-Provinsi Jambi. Selain itu akan dilakukan juga pendampingan terhadap para aparat pemerintahan desa membuat rencana kerja dan laporan penggunaan DD.

“Selama ini masih banyak kendala pengelolaan DD di Jambi. Kendala tersebut antara lain kurangnya pengetahuan kemampuan masyarakat desa dan kapasitas aparat pemerintah desa dalam merumuskan arah dan tujuan pembangunan, penyusunan rencana pembangunan desa, penatalaksanaan, pencairan dana, proses pengadaan,”katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3P2) Provinsi Jambi, Luthpiah mengatakan, total jumlah DD di Provinsi Jambi tahun 2020 mencapai Rp 1,22 Triliun. DD tersebut meningkat dibanding DD tahun 2019 sekitar Rp 1,18 triliun.

“DD di Provinsi Jambi disalurkan untuk 1.399 desa di sembilan kabupaten se-Provinsi Jambi. Skema pencairan DD tahun ini mengalami perubahan. Pencairan DDtahap pertama hanya 20 % dan tahap kedua 40 %. Pencairan DD di Jambi hingga Februari baru dilakukan 84 desa. Belum ada informasi yang kami terima mengenai adanya korupsi DD di Jambi,”katanya.  

 

 



Sumber: BeritaSatu.com