Berpeluang Menang Tanpa Lawan di Pilkada, Paslon PDIP Wajib Konsolidasi

Berpeluang Menang Tanpa Lawan di Pilkada, Paslon PDIP Wajib Konsolidasi
Ilustrasi Pilkada 2020. ( Foto: SP/Muhammad Reza )
Stefi Thenu / JEM Jumat, 21 Februari 2020 | 14:42 WIB

Semarang, Beritasatu.com – PDIP memastikan setidaknya enam daerah sudah pasti di tangan alias menang pada Pilkada Serentak 2020 yang digelar September mendatang karena hanya ada calon tunggal alias tanpa lawan. Keenam daerah itu, yakni Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Sragen, Boyolali, Wonogiri, serta Kabupaten Semarang.

Pilkada di enam daerah itu dipastikan tak diikuti pasangan calon (paslon) dari partai lain. Pasalnya, sebagian besar partai merapat ke PDIP mengusung calon partai berlambang moncong putih tersebut.

Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto mengatakan, jika calon PDIP melawan kotak kosong maka perjuangan meraih kemenangan akan lebih mudah.

"Ya tentu kalau tidak ada lawan, akan menang lebih mudah, karena tidak ada perlawanan," ungkapnya, Kamis (19/2/2020).

Meski tidak ada lawan, pasangan calon PDIP tetap diharuskan melakukan konsolidasi dan kampanye untuk mengenalkan visi-misi sesuai Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang disusun oleh DPP PDIP.

Paslon di enam daerah yang berpotensi melawan kotak kosong itu, yakni Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu (Kota Semarang), Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto (Kabupaten Grobogan), Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Kabupaten Sragen), Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Kabupaten Boyolali), Joko Sutopo-Sriyono (Kabupaten Wonogiri), serta Ngesti Nugraha-Basari (Kabupaten Semarang).

DPP PDI-P telah mengumumkan nama-nama bakal calon yang akan diusung dalam Pilkada 2020 di 12 daerah. Beberapa daerah akan diumumkan pada awal atau akhir Maret. "Jadi, paslon masih punya waktu sekitar lima bulan untuk konsolidasi dan sosialisasi," katanya.

Nama bakal calon yang telah diumumkan diusung PDIP di Jateng adalah Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu (Pilkada Semarang), Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Pilkada Sragen). Ada juga Joko Sutopo-Sriyono (Pilkada Wonogiri), Estianah-Joko Sutopo (Pilkada Demak), Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto (Pilkada Grobogan), Agus Sukoco-Eko Priyono (Pilkada Pemalang).

Kemudian, Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Pilkada Boyolali), Sri Mulyani-Aris Prabowo (Pilkada Klaten), Ngesti Nugraha-Basari (Pilkada Kabupaten Semarang), Arif Sugianto-Rista (Pilkada Kebumen), Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati (Pilkada Blora), dan Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Pilkada Purbalingga).

Bambang Krebo panggilan akrab Kusriyanto menambahkan, rekomendasi untuk 21 kepala daerah yang menggelar pilkada serentak di Jateng baru akan keluar pada 23 Maret mendatang.

‘’Seluruhnya akan kita berikan rekomendasinya pada 23 Maret 2020 mendatang. Kita undang mereka semua ke Panti Marhaen,’’ ujarnya.

Dari jumlah total 21 pilkada serentak di Jateng pada 2020, PDIP Jateng, menurutnya, menargetkan dapat menang di 14 kabupaten/kota.

‘’Rakernas PDIP kemarin, DPP menargetkan dapat merebut 60 persen kemenangan di Jateng, itu artnya 14 daerah. Tapi kemarin Mbak Puan menargetkan dapat merebut 15 daerah. Kalau mbak Puan bilang gitu, saya yakin pasti berhasil direbut,’’ tegasnya.

Mengenai hasil rekomendasi Pilkada Kota Solo, Bambang Krebo mengaku tak bisa berkomentar. ‘’Maaf, kalau khusus untuk Pilkada Solo, saya terus terang tak bisa berkomentar. Itu kewenangan DPP,’’ ujarnya. 



Sumber: BeritaSatu.com