Belum Berhasil, Satgas Hentikan Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Belum Berhasil, Satgas Hentikan Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu
Operasi penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Kamis (6/2/2020). ( Foto: Antara )
John Lory / JEM Jumat, 21 Februari 2020 | 17:22 WIB

Palu, Beritasatu.com - Satgas penyelamatan buaya berkalung ban yang hidu di Sungai Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menghentikan sementara kegiatan setelah selama dua pekan perburuan tidak membuahkan hasil. Satga tersebut  beranggotakan petugas gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, BKSDA Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Polda Sulteng, 

"Kita hentikan dulu perburuan buaya berkalung ban di Sungai Palu selama jangka waktu yang belum diketahui," kata Ketua tim Satgas BKSD Sulteng, Haruna di Palu, Jumat (21/2/2020).

Dia mengatakan, penangkapan buaya berkalung ban di Sungai Palu semata-mata dilakukan untuk menyelamatkan reptilia atau binatang melata tersebut dari ancaman kematian, sebab kalung ban yang melilit leher buaya malang itu semakin menekannya.

“Buaya liar itu semakin lama tambah besar. Itulah yang menjadi alasan Satgas emburu buaya tersebut. Kalau dibiarkan, bisa-bisa buayanya mati,” ujarnya.

Meski upaya pencarian buaya berkalung ban sudah dihentikan, beberapa hari terakhir ini, warga saban hari dari pagi sampai petang memadati titik-titik target dimana buaya sering muncul di Sungai Palu.

Haruna mengatakan, dalam upaya penangkapan buaya tersebut Satgas dibantu dua ahli buaya dari Australia.
Namun keduanya harus kembali ke Australia karena masa visanya telah berakhir. Mereka berjanji akan datang lagi untuk membantu satgas menangkap buaya tersebut.

Bahkan, kata dia, Matt Wright, salah seorang dari dua ahli buaya dari Australia, mengatakan siap memberikan pelatihan khusus bagi satgas bagaimana cara menangkap buaya.

Haruna mengatakan, Matt juga berjanji kalau mereka datang kembali sudah akan membawa peralatan yang lebih canggih lagi. 

 



Sumber: BeritaSatu.com