Pemkab Sleman Minta Bantuan Pasukan Katak Cari Siswa Hanyut

Pemkab Sleman Minta Bantuan Pasukan Katak Cari Siswa Hanyut
Petugas melakukan pencarian siswa SMPN 1 Turi, Sleman yang hanyut di Sungai Sempor, Sleman, DI Yogyakarta. ( Foto: ANTARA )
/ JAS Sabtu, 22 Februari 2020 | 10:57 WIB

Sleman, Beritasatu.com - Pasukan Katak dari TNI Angkatan Laut kemungkinan akan dikerahkan untuk ikut mencari tiga siswa SMPN 1 Turi yang pada Jumat (21/2) hanyut di Sungai Sempor. Permintaan bantuan sudah dikirimkan Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab Sleman).

"Sampai saat ini Tim SAR gabungan masih berusaha mencari korban yang belum ditemukan. Sampai pagi ini belum ada informasi perkembangan. Kami akan tunggu sampai siang, jika belum ketemu, maka kami akan minta bantuan Pasukan Katak," kata Bupati Sleman Sri Purnomo usai menyampaikan pengarahan kepada para kepala sekolah menengah pertama/madrasah ibtidaiah di Sleman, Sabtu (22/22020).

Pemerintah Kabupaten Sleman, menurut dia, memutuskan meminta bantuan Pasukan Katak setelah mempertimbangkan kemungkinan adanya palung-palung yang dalam di aliran Sungai Sempor.

"Kami sangat berharap seluruh korban dapat ditemukan," katanya.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, ada 249 siswa SMPN 1 Turi yang mengalami kecelakaan dalam kegiatan susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020).

"Terkonfirmasi selamat 216 siswa, terkonfirmasi luka-luka 23 siswa, meninggal dunia tujuh siswa, dan yang belum ditemukan tiga siswa," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan.

Ia mengatakan bahwa tujuh siswa yang meninggal dunia semuanya sudah diidentifikasi dan jenazahnya sudah diserahkan kepada keluarga.

Siswa yang terluka dua di antaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Turi dan 21 lainnya menjalani rawat jalan.
​​​​​​​
Tim SAR gabungan masih berupaya mencari tiga siswa yang belum ditemukan di enam titik pantau.



Sumber: ANTARA