Selain Medan, Ratusan Ternak Babi di NTT Mati

Selain Medan, Ratusan Ternak Babi di NTT Mati
Ilustrasi babi. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
/ WBP Sabtu, 22 Februari 2020 | 12:54 WIB

Kupang, Beritasatu.com - Setelah ratusan babi mati di Medan, Sumetara Utara (Sumut) akibat virus, kini kejadian serupa melanda babi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT belum mengetahui secara persis jenis virus yang menyebabkan mati ratusan ternak di Pulau Timor ini.

"Saat ini memang sudah ada ratusan ekor ternak babi di Pulau Timor yang mati, tetapi penyebabnya belum bisa diketahui," kata Asisten II Setda NTT, Semuel Rebo kepada Antara di Kupang, Sabtu (22/2/2020).

Baca Juga: Gubernur Sumut Tegaskan Rencana Pemusnahan Babi Tidak Benar

Dia mengatakan, pemerintah telah mengirim sample ke laboratorium di Medan untuk dilakukan pemeriksaan, tetapi hasilnya belum disampaikan kepada Pemerintah NTT.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa menyebut penyebabnya adalah jenis virus African Swine Fever (ASF) yang masuk dari Timor Leste. "Untuk mengetahui bahwa itu adalah ASF, harus ada konfirmasi hasil pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu," kata mantan Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT itu.

Baca Juga: Kelompok Pemuda Islam dan Kristen Minta Polemik Babi Dihentikan

Dia berharap, paling lambat pekan depan sudah ada hasil laboratorium dari Medan, sehingga bisa dicarikan solusi untuk menyelamatkan ternak yang ada di NTT.

Salah seorang peternak babi di Kupang, Martinus Suban mengatakan ternak babi miliknya mati setelah mulai menunjukkan gejala aneh seperti makan mulai berkurang. Pada hari kedua sudah tidak mau makan dan hari ketiga hanya minum air, dan hari ketujuh mati.

Dia telah melakukan konfirmasi dengan dokter langganannya "Virus tersebut menurut dokter, belum ada obatnya atau vaksin sehingga jika ternak mulai menunjukkan gejala aneh, maka sebaiknya di potong, kata Martinus Suban.



Sumber: ANTARA