Dahnil: Mantan Teroris Tidak Bisa Ikut Komcad

Dahnil: Mantan Teroris Tidak Bisa Ikut Komcad
Dahnil Anzar Simanjuntak.
Robert Wardy / WM Jumat, 21 Februari 2020 | 16:25 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Dahnil Anzar Simanjuntak mengemukakan, mantan teroris dan residivis atau siapa pun yang memiliki catatan kriminal tidak bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad). Keikutsertaan pada program Komcad menuntut syarat yang ketat agar bisa mengikuti proses pelatihan dan akan diseleksi oleh TNI.
"Para eks teroris harus mengikuti program deradikalisasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk diberikan pemahaman yang moderat," kata Dahnil di Kemhan, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Ia mengklarifikasi pernyataannya yang disampaikan sehari sebelumnya. Dia sempat menyebut mantan teroris bisa ikut Komcad asal lulus program deradikalisasi.

Dia menegaskan, untuk para mantan teroris, yang dilakukan adalah upaya moderasi dengan menanamkan sikap semangat cinta negara dan bela negara. Jika program deradikalisasi sukses dan mereka berhasil dimoderasi maka mereka bisa ikut program-program bela negara. Tujuannya agar tertanam kembali semangat nasionalisme dan patriotisme.

"Supaya mereka bisa hidup normal dengan profesinya masing-masing dan berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara," jelas Mahfud.

Dia menegaskan, sesuai UU 29/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN), telah dijelaskan ada program bela negara yang berupaya menanamkan nasionalisme dan patriotisme sesuai profesinya masing-masing.

Kemudian ada program Komponen Pendukung, dan Komponen Cadangan, dimana komponen cadangan menuntut syarat yang ketat karena akan ikut pelatihan militer dasar selama tiga bulan.

"Jadi, terang eks teroris dan residivis tidak bisa ikut program komponen cadangan,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com